EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI BKA KN 16 LAM RAYA DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI BKA KN 16 LAM RAYA DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Andriani Asarah Bancin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1005106010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.587

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN


Penggunaan dan pengelolaan suatu jaringan irigasi diharapkan memiliki tingkat efisiensi teknis yang tinggi sehingga dapat menyalurkan air secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk menghitung tingkat efisiensi terhadap sistem irigasi yang ada sehingga dapat diketahui besarnya kehilangan air yang terjadi dalam meningkatkan suatu pemanfaatan dan pengelolaan air irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung efisiensi penyaluran air dan besarnya kehilangan air pada saluran sekunder dan saluran tersier.
Metode pengukuran secara langsung di BKA KN 16 Lam Raya yang merupakan jaringan irigasi teknis. Data yang digunakan adalah kecepatan aliran air (V), luas penampang saluran (A) pada setiap saluran. Data tersebut dianalisa untuk mendapatkan besarnya debit aliran (Q), besarnya kehilangan air akibat evaporasi (Qe) dan rembesan (Qr) serta besarnya efisiensi penyaluran air irigasi (?).
Hasil analisa menunjukkan efisiensi rata – rata pada jaringan irigasi BKA Kn 16 Lam Raya adalah 52,47 %, dengan efisiensi saluran sekunder sebesar 81,11 %, dan saluran tersier sebesar 71,88 %. Rata-rata kehilangan air yang terjadi di saluran sekunder sebesar 0,048 m3/dtk yang disebabkan oleh faktor evaporasi sebesar 2,73 x 10-7 m3/dtk, faktor rembesan sebesar 0,00212 m3/dtk dan faktor lainnya sebesar 0,04548 m3/dtk. Rata-rata kehilangan air yang terjadi di saluran tersier sebesar 0,010 m3/dtk yang disebabkan oleh faktor evaporasi sebesar 5,046 x 10-8 m3/dtk, faktor rembesan sebesar 0,00033 m3/dtk dan faktor lainnya sebesar 0,00994 m3/dtk. Kehilangan air di saluran tersier sebagian besar disebabkan oleh banyaknya bagian-bagian saluran yang rusak baik pada dinding maupun dasar saluran, gangguan aliran air akibat adanya vegetasi, endapan pada dasar saluran yang menyebabkan aliran air menjadi lambat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK