<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122370">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN GANGGUAN PENDENGARAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA BERDASARKAN KUESIONER HHIE-S DI PANTI JOMPO RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG LAMGLUMPANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nisrina Mawaddah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa  terdapat sekitar 65% orang lanjut usia (lansia) yang memiliki  gangguan pendengaran. Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat penyandang disabilitas gangguan mendengar dengan kasus sebanyak 7,03%. Gangguan pendengaran dapat mengganggu emosional lansia serta menurunkan fungsi psikososial, sehingga berdampak buruk pada aktivitas dan interaksi sosial lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan pendengaran dengan kualitas hidup pada lansia. Peneliti menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik non-probability sampling di Panti Jompo Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Lamglumpang. Peneliti melakukan pemeriksaan audiometri nada murni dan pengisian kuesioner The Hearing handicap Inventory for the Elderly-Screening (HHIE-S). Didapatkan bahwa keseluruhan sampel mengalami gangguan pendengaran  dan sebanyak 50% lansia mengalami hendaya kualitas hidup pada aspek sosial emosional berdasarkan skor HHIE-S. Gangguan pendengaran memiliki korelasi positif  sangat kuat dengan kualitas hidup yang dievaluasi menggunakan kuesioner HHIE-S dengan hasil Uji Spearman antara gangguan pendengaran telinga kanan dengan kualitas hidup (r = 0,719, p ≤ 0,001) dan gangguan pendengaran telinga kiri dengan kualitas hidup (r = 0,819, p ≤ 0,001).&#13;
 Gangguan pendengaran menyebabkan perburukan pada gangguan fungsi emosional serta mengganggu hubungan sosial dan kesejahteraan psikologis individu. Kondisi mental penderita gangguan pendengaran akan terpengaruhi sehingga terjadi penurunan tingkat kebahagiaan. Penurunan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain menyebabkan terjadinya isolasi sosial serta timbul kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Gangguan Pendengaran, Lansia, Kualitas Hidup, Kuesioner HHIE-S, Panti Jompo&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EAR DISEASES - GERIATRICS</topic>
 </subject>
 <classification>618.977 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122370</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 23:35:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-05 10:42:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>