<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122361">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI DOKTER PASIEN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anggun Trisnanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hipertensi pada kehamilan (HDK) masih menjadi masalah penting bagi perempuan hamil di dunia. Pada tingkat nasional pun HDK menjadi sebab dari 30% kematian maternal di Indonesia. Komplikasi dari HDK berkaitan dengan rendahnya pemahaman pasien terhadap pengobatan yang dijalaninya. Pemahaman pengobatan dapat tercapai dengan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Sayangnya, masih sangat sedikit penelitian yang mengkaji tentang interaksi dokter dan pasien dalam menangani kasus HDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi antara dokter residen obstetri dan ginekologi dengan pasien menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan etnografi. Peneliti menggunakan observasi partisipatif dan wawancara untuk mengumpulkan data guna menjawab tujuan penelitian. Wawancara telah dilakukan kepada 8 pasien ibu hamil dengan hipertensi dan dokter residen obstetri dan ginekologi. Observasi dilakukan selama terjadinya komunikasi antara dokter dengan pasien di ruang periksa selama 31 jam. Penelitian ini menemukan bahwa pada tahap greet terlihat bahwa pasien yang lebih dulu menyapa dokter kemudian dokter menanyakan keluhan. Pada tahap invite ditemukan dokter mengeksplorasi informasi pasien dengan pertanyaan terbuka. Sedangkan pada tahap discuss ditemukan dominasi dokter pada pengambilan keputusan pengobatan. Selain itu dokter memotivasi pasien dengan menggunakan Bahasa non-verbal untuk meningkatkan semangat pasien menuju kesembuhan. Pada akhirnya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi bagi kurikulum pendidikan kedokteran di tingkat pendidikan dokter spesialis terutama mengenai cara komunikasi dengan kerangka greet-invite-discuss.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HYPERTENSION - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PREGNANCY COMPLICATIONS - OBSTETRICS</topic>
 </subject>
 <classification>616.132</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122361</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 15:14:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-23 09:36:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>