<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122351">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KESEDIAAN MEMBAYAR DOSIS BOOSTER VAKSIN COVID-19 DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DI THAILAND</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miss Nuraihan Lateh</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Vaksinasi di Thailand masih di tanggung oleh pemerintah, namun tidak berlangsung secara cepat dikarenakan oleh biaya vaksin yang menjadi masalah. Willingness to pay (WTP) dalam penelitian ini merupakan metode yang digunakan untuk memperkirakan biaya maksimum yang bersedia dibelanjakan oleh seseorang untuk vaksinasi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besaran biaya yang bersedia dibayarkan untuk dosis booster vaksin COVID-19 dan mengetahui faktor yang menentukan kesediaan untuk membayar dosis booster vaksin COVID- 19 pada masyarakat Thailand. Dari 385 responden, terdapat 294 responden bersedia membayar untuk mendapatkan vaksin dosis booster (76.36%). Karakteristik umum subjek penelitian ini didominasi oleh jenis kelamin perempuan (73.76%), kelompok usia 21-30 tahun (52.46%), belum menikah (73.76%), pendidikan terakhir sebagai S1 (70.12%), tidak bekerja/pensiun/mahasiswa (61.29%), beragama Islam (95.32%), dan tidak berpenghasilan (51.94%). Hasil analisis model regresi linear menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap WTP yaitu agama dan pemahaman obat tradisional. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat kesediaan masyarakat Thailand membayar dosis booster vaksin COVID-19. Data WTP ini dapat digunakan pemerintah untuk menentukan harga vaksin COVID-19 di Thailand. Namun demikian, untuk mencapai cakupan vaksin yang lebih tinggi, mungkin pemerintah perlu memberikan subsidi sebagian vaksin kepada masyarakat kurang mampu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 14:07:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 14:29:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>