PENGARUH PERLAKUAN PRA PERKECAMBAHAN TERHADAP PROSES INVIGORASI BENIH PADI KADALUARSA MELALUI TEKNIK OSMOCONDITIONING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PERLAKUAN PRA PERKECAMBAHAN TERHADAP PROSES INVIGORASI BENIH PADI KADALUARSA MELALUI TEKNIK OSMOCONDITIONING


Pengarang

NURUSSAMAWATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805101050033

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengaruh Perlakuan Pra Perkecambahan Terhadap Proses Invigorasi
Benih Padi Kadaluarsa Melalui Teknik Osmokondisioning

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis larutan osmotikum dan potensial osmotik larutan, serta interaksi antara jenis larutan osmotikum dan potensial osmotik larutan sebagai media imbibisi dalam proses invigorasi terhadap efektifitas invigorasi benih padi Varietas Ciherang kadaluarsa. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 7 x 2. Faktor yang dicobakan adalah Jenis bahan kimia (B) dan potensial osmotik larutan yang disimbulkan (P). Faktor jenis bahan kimia terdiri atas 2 taraf yaitu: KNO3 (B1 ) dan PEG6000 (B2 ). Sedangkan faktor potensial osmotik larutan media imbibisi yang dicobakan terdiri atas 7 taraf, yaitu: Kontrol (0.0 Bar) (P0 ), -2 Bar (P1 ), -2 Bar (P1 ), -4 Bar (P2 ), -6 Bar (P3 ), -8 Bar (P4 ), -10 Bar (P5 ), -12 Bar (P6 ). Dengan demikian terdapat 14 kombinasi perlakuan. Percobaan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 42 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan total relatif, berat basah biomasa, dan berat kering biomasa. Hasil penelitian menunjukkan larutan media imbibisi benih dari bahan kimia KNO3 , merupakan jenis bahan kimia yang terbaik dengan peningkatan nilai masing-masing peubah dari penggunaan PEG6000 yaitu
4.15% daya berkecambah, 6.60% keserempakan tumbuh, 8.37% kecepatan tumbuh relatif, 0,38 hari untuk waktu mencapai 50% perkecambahan total, dan
0.15 gram berat basah biomasa kecambah normal. Potensial osmotik -2.0 Bar (-
0.2 MPa) efektif meningkatkan vigor benih padi Varietas Ciherang kadaluarsa yang diamati berdasarkan potensi tumbuh maksimum 98.67%, daya berkecambah
81.33%, indeks vigor 69,37%, keserempakan tumbuh 71.00%, kecepatan tumbuh relatif 95.10%, berat kering biomasa kecambah noral 0.423 gram, dan wktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan 50% dari total relatif 1.67 hari. Efektifitas proses invigorasi benih padi Varietas Ciherang kadaluarsa menggunakan dua jenis bahan kimia sebagai bahan pelarut media imbibisi dalam penelitian ini hasilnya tergantung pada taraf potensial osmotik larutan yang digunakan. Bahan kimia KNO3 efektif meningkatkan vigor benih pada kisaran potensial osmotik larutan -
2.0 Bar sampai -8.0 Bar, sedangkan PEG6000 efektif meningkatkan vigor benih pada kisaran potensial osmotik larutan media imbibisi -2.0 Bar sampai -4.0 Bar.











Kata Kunci: Viabilitas, Vigor, Potensial, Osmotik, Larutan, KNO 3 , PEG
6000, Daya Berkecambah, Indeks Vigor, Kecepatan
Tumbuh Relatif

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK