<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122292">
 <titleInfo>
  <title>PENGHILANGAN METHYELENE BLUE MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI HASIL PIROLISIS LIMBAH AMPAS NILAM ACEH:</title>
  <subTitle>KARAKTERISTIK, KINETIKA, DAN KESETIMBANGAN ADSORPSI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zetta Fazira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Adanya peningkatan produksi tekstil di Indoneisa tiap tahunnya menyebabkan meningkatnya limbah zat warna, salah satunya limbah methylene blue. Methyelene blue bersifat non-biodegradable sehingga tidak dapat diurai dengan proses biologi konvensional dan memiliki tingkat toksisitasnya yang tinggi sehingga dapat merusak sistem tubuh manusia dan lingkungan. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mereduksi limbah methylene blue, salah satunya dengan proses adsorpsi. Pada penelitian ini menggunakan adsorben yang berasal dari ampas nilam dan diaktivasi menggunakan asam klorida (HCl). Penelitian diawali dengan mempirolisis ampas nilam pada suhu 380oC selama 1,5 jam. Adsorben dilakukan juga aktivasi kimia dengan larutan HCl pada konsentrasi 0,3, 0,5, dan 0,7 M. Karakterisasi adsorben dilakukan berdasarkan uji kadar air, kadar abu, dan daya serap iodin sesuai SNI 06-3730-1995 serta menggunakan FTIR, XRD, SEM, dan BET. Hasil yang diperoleh pada seluruh sampel adsorben ampas nilam memenuhi syarat standar mutu yang ditetapkan oleh SNI 06-3730-1995 sehingga dapat dengan optimal digunakan sebagai adsorben untuk menyerap methylene blue. Selain itu, hasil analisa FTIR menunjukkan bahwa terdapat gugus fungsi C-O, C=O, C=C, dan C-H sebagai gugus aktif untuk menyerap methylene blue. Hasil analisa XRD menunjukkan bahwa adsorben ampas nilam setelah aktivasi memiliki struktrur mikrokristalin yang sangat tidak teratur dan bersifat amorf. Hasil analisa SEM menunjukkan bahwa pori terbesar terdapat pada adsorben ampas nilam setelah pirolisis dan aktivasi kimia sebesar 14,699 μm. Hasil analisa BET menunjukkan bahwa luas permukaan dan diameter pori terbesar terdapat pada adsorben ampas nilam setelah pirolisis dan aktivasi kimia sebesar 57,083 m2/g dan 1274,06 nm. Adsorpsi ini dilakukan secara batch dengan waktu kontak selama 150 menit sehingga ditemukan performa adsorpsi, isotherm, kinetika, dan termodinamika adsorpsi. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi tertinggi mencapai 9,1029 mg/g dan 96,369%. Model isotherm dan kinetika yang menggambarkan proses adsorpsi adalah isotherm Temkin dan pseudo first order. Termodinamika adsorpsi menunjukkan bahwa proses yang terjadi secara endotermik, peningkatan ketidakteraturan, spontan, dan physisorption.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ampas nilam, pirolisis, asam klorida, adsorpsi, methyelene blue</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122292</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-03 15:55:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 09:21:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>