<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122285">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERHADAP PENERIMAAN MASYARAKAT PADA SNACK BAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairunnisak</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun kelor jarang diolah dalam bentuk olahan pangan atau industri pangan, hal ini disebabkan oleh aroma kelor yang langu, namun daun spesies ini kaya akan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan tepung daun kelor berpengaruh tidak-nya terhadap penerimaan masyarakat pada snack bar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Pendekatan yang dipakai yaitu pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Uji organoleptik (uji sensori) dilakukan untuk mengumpulkan data dengan panelis ahli sebanyak tiga orang dari Prodi PKK USK dan panelis konsumen sebanyak tiga puluh Mahasiswa USK. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen penilaian produk Snack bar dalam bentuk check list. Data dianalisis dengan analisis varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tertinggi untuk aspek rasa diperoleh dari perlakuan K1 (snack bar yang ditambah 3 gram tepung kelor), aspek warna dan aroma dari K4 (snack bar yang ditambah 15 gram tepung kelor) dan  aspek tekstur dari K3 (snack bar yang ditambah 10 gram tepung kelor). Berdasarkan uji organoleptik dari panelis konsumen yang dianalisis menggunakan uji t, skor tertinggi diperoleh dari aspek rasa  yaitu 5,56 diikuti oleh aspek tekstur (5,55), warna (4,23), dan yang terendah adalah aspek aroma (3,63). Hasil analisis varian menunjukkan bahwa untuk Fhitung&gt;Ftabel, kecuali pada aspek tekstur, sehingga penambahan tepung daun kelor berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat pada snack bar. Sehingga dapat disimpulkan penambahan tepung daun kelor berpengaruh positif terhadap penerimaan masyarakat pada produk snack bar.&#13;
&#13;
Kata kunci: Snack bar, tepung daun kelor, uji organoleptik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122285</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-03 15:41:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 09:13:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>