Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SOLID PERFUME DARI ESSENTIAL OIL DENGAN VARIASI KONSENTRASI MINYAK NILAM FRAKSI BERAT SEBAGAI FIXATIVE AGENT
Pengarang
Syarifah Natasya - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Febia Sari - 199002152018092101 - Dosen Pembimbing I
Hilda Maysarah - 198505022014042002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2008109010047
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas MIPA Farmasi., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Parfum sudah menjadi kebutuhan penting yang digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang terhadap penampilan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari parfum yaitu dengan membuat parfum menjadi lebih tahan lama. Hal itu dapat diperoleh salah satunya dengan cara penambahan minyak nilam sebagai fixative agent karena minyak nilam memiliki kadar patchouli alcohol (PA) yang tinggi. Patchouli alcohol (PA) yang ada dalam minyak nilam bersifat fiksatif (pengikat aroma) sehingga menambahkan minyak nilam pada produksi parfum akan membuat parfum menjadi lebih tahan lama. Formulasi solid perfume dari essential oil telah dilakukan dengan variasi konsentrasi minyak nilam sebesar 0% (F0), 0,25% (F1), 0,5% (F2) dan 0,75% (F3). Parameter evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji suhu lebur, uji kesukaan, uji iritasi, uji stabilitas dan uji ketahanan aroma. Hasil evaluasi uji organoleptik menunjukan keempat sediaan memiliki bentuk yang padat, bewarna putih kekuningan dan menghasilkan aroma essential oil yang digunakan. Sediaan yang dihasilkan bersifat homogen, memiliki suhu lebur 61℃, pH rata-rata 6.8, stabil dalam suhu kamar (20-25℃), tidak menyebabkan iritasi dan formula 3 menghasilkan sediaan dengan ketahanan aroma pada parfum yang bertahan paling lama serta rata-rata nilai kesukaan tertinggi didapatkan oleh F3 yang artinya rata-rata orang suka F3 baik dari segi bentuk, warna dan juga aroma. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sediaan solid perfume dari essential oil dengan menggunakan variasi konsentrasi minyak nilam sebagai fixative agent memenuhi persyaratan mutu sediaan perfume yang baik dan minyak nilam fraksi berat dapat digunakan sebagai fixative agent pada sediaan solid perfume dengan konsentrasi terbaik penggunaan minyak nilam (Patchouli oil) fraksi berat sebagai fixative agent ialah 0,75% (F3) yang menghasilkan ketahanan parfum sampai 7 jam.
Perfume has become an essential need used to boost an individual's confidence in their appearance. One effort that can be made to enhance the quality of perfume is by making it longer-lasting. This can be achieved, in part, by adding patchouli oil as a fixative agent. Patchouli oil contains a high level of patchouli alcohol (PA), which is a fixative agent that binds the aroma, thus adding patchouli oil to perfume production will make the fragrance last longer. Solid perfume formulations using essential oil have been conducted with variations in the concentration of patchouli oil at 0% (F0), 0.25% (F1), 0.5% (F2), and 0.75% (F3). The evaluation parameters for the formulations include organoleptic testing, homogeneity testing, pH testing, melting point testing, preference testing, irritation testing, stability testing, and aroma retention testing. The results of the organoleptic testing show that all formulations have a solid, whitish-yellowish appearance and produce the aroma of the essential oil used. The formulations are homogeneous, with a melting point of 61°C, an average pH of 6.8, stability at room temperature (20-25°C), no irritation, and formula 3 produces a formulation with the longest fragrance retention. Based on the results of the research, it can be concluded that solid perfume formulations using essential oil with variations in the concentration of patchouli oil as a fixative agent meet the quality requirements for a good perfume formulation. Patchouli oil can be used as a fixative agent in solid perfume formulations, with the optimal concentration being 0.75% (F3), resulting in fragrance retention for up to 7 hours.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PARFUM CAIR DARI FRAGRANCE ALAMI DENGAN VARIASI KONSENTRASI MINYAK NILAM FRAKSI BERAT SEBAGAI FIXATIVE AGENT (Nurul Husna, 2023)
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN EAU DE PARFUM CAIR DARI ESSENTIAL OIL DENGAN VARIASI KONSENTRASI KRISTAL PATCHOULI ALCOHOL SEBAGAI FIXATIVE AGENT (FINA EMALIA PUTRI, 2026)
FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN DARI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUKROSA (Nakri Lestari, 2020)
FORMULASI SEDIAAN STICK PERFUME 3 LAYER DARI MINYAK ATSIRI LEMON (CITRUS LIMON (L.), SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.), DAN MALLOW PUTIH (MALVA MOSCHATA F. ALBA (L.) (INSANUL SABRI, 2020)
FORMULASI SEDIAAN MEDICATED OIL DARI KOMBINASI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) HASIL DESTILASI MOLEKULER DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) (SHAIKHA SAYUNA BILQIS, 2024)