<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122199">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTOR AGRESIF DI BURSA EFEK INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh overconfident sebagai pemediasi antara informasi fundamental, informasi teknikal dan informasi bandarmologi terhadap perilaku investor agresif, serta menguji peran influencer media sosial dalam memperkuat bias overconfident pada perilaku investor agresif di Indonesia.&#13;
Penelitian dilakukan pada investor Indonesia yang berjumlah 324 investor  dengan menggunakaan multistage sampling mengingat sebaran investor yang cukup luas di wilayah Indonesia. Penyebaran kuisoner dilakukan dengan bantuan googleform. Pengolahan data menggunakan tehnik Structural Equation Modeling (SEM) dengan aplikasi Lisrel 8.8.&#13;
Penelitian ini memberi bukti bahwa bias perilaku overconfident mampu memediasi informasi teknikal dan informasi bandarmologi terhadap perilaku investor agresif. Lebih lanjut, influencer media sosial mampu memperkuat overconfident pada perilaku investor agresif di Bursa Efek Indonesia. Secara keseluruhan bahwa hasil penelitian ini mempertegas postulat bahwa perilaku keuangan (behavioral finance) berlaku pada investor agresif di bursa efek Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dalam tiga aspek. Pertama, kami berkontribusi pada penerapan dan integrasi teori struktur mikro pasar (market microstructure theory), teori perilaku keuangan dan teori perbandingan sosial.  khususnya dengan menguji pengaruh Informasi bandarmologi terhadap perilaku investor agresif. Kedua pengembangan literatur tentang sumber informasi yang digunakan oleh para investor dalam pengambilan keputusan yaitu penggunaan informasi bandarmologi. Ketiga pengembangan konstruk baru yang melibatkan penyusunan indikator pada variabel informasi bandarmologi dan investor agresif. Temuan penelitian kami juga memberikan beberapa implikasi praktis, pertama, investor agresif menggunakan informasi bandarmologi dan teknikal sebagai salah satu informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Kedua, investor mengalami overconfident dalam pengambilan keputusan agresif khsusnya ketika menggunakan informasi teknikal dan bandarmologi. Ketiga, informasi dari influencer media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat overconfident pada pengambilan keputusan agresif.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122199</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-02 22:22:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-03 10:58:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>