EVALUASI KONDISI JEMBATAN TUTUE PANYANG SAMALANGA DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KONDISI JEMBATAN TUTUE PANYANG SAMALANGA DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS)


Pengarang

Muhammad Muslim - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Buraida - 196809211999032002 - Dosen Pembimbing I
Rudiansyah Putra - 197509232002121004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan akan jembatan sangat penting sebagai infrastruktur yang digunakan oleh manusia dan kendaraan untuk menghubungkan jalan dari rintangan seperti air dan lalu lintas biasa. Kondisi jembatan yang baik perlu diperhatikan agar jembatan dapat digunakan untuk menunjang keberlangsungan kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakat, oleh karena itu kondisi jembatan yang rusak atau bahkan mengalami keruntuhan dapat meghambat kelancaran lalu lintas sebagai akses transportasi. Kondisi kerusakan pada jembatan menjadi landasan permasalahan dan perlu perhatian dengan mendata kerusakan yang terjadi melalui pemeriksaan. Bridge Management System (BMS) adalah metode pemeriksaan jembatan yang dikembangkan PUPR Bina Marga berfungsi untuk mengelola laporan inspeksi dan mendata kerusakan dengan cara survei, dilanjutkan dengan pengolahan data, penilaian, hingga penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan jembatan harus mengacu pada Pedoman Pemeriksaan Jembatan (No. 01/P/BM/2022) sebagai aturan terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi nilai kondisi (NK) jembatan yang telah dibangun dengan dana APBA (Anggaran Pendapatan Belanja Aceh) untuk dievaluasi nilai kondisinya. Jembatan Tutue Panyang Samalanga terletak di Kabupaten Bireuen pada Ruas Jalan Batas Pidie Jaya-Samalanga. Hasil penelitian menunjukkan nilai kondisi (NK) jembatan dengan nilai 3 menunjukkan jembatan dengan kondisi rusak berat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa diperlukannya rehabilitasi dan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan dalam periode waktu 12 bulan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau perluasan kerusakan pada elemen-elemen tertentu

The need for bridges is crucial as infrastructure used by humans and vehicles to connect roads across obstacles such as water and regular traffic. The condition of bridges needs to be well-maintained to support the continuity of social life and the economy of the community. Therefore, damaged or collapsed bridges can impede smooth traffic flow as transportation access. The condition of bridge damage serves as the basis of the problem and requires attention by documenting the damages through inspections. The Bridge Management System (BMS), developed by the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) Bina Marga, serves to manage inspection reports and document damages through surveys, followed by data processing, assessment, and further handling. Bridge inspections should adhere to the Bridge Inspection Guidelines (No. 01/P/BM/2022) as the latest regulations. This study aims to provide information on the condition value of bridges built with APBA (Aceh's Revenue and Expenditure Budget) funds to evaluate their condition value (CV). The Tutue Panyang Samalanga Bridge is located in Bireuen Regency on the Pidie Jaya-Samalanga Border Road section. The research results indicate that the bridge's condition value (CV) with a score of 3 indicates a bridge in severely damaged condition. Based on these results, it can be concluded that rehabilitation and repairs are needed for the damaged parts within a period of 12 months to prevent further damage or expansion of damage to certain elements.

Citation



    SERVICES DESK