Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN KELEMBAGAAN KOLABORATIF DALAM PENGELOLAAN KAWASAN TWAL (TAMAN WISATA ALAM LAUT) DI KEPULAUAN BANYAK BERBASIS EAFM
Pengarang
HIJRATUN HASANAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ratna Mutia Aprilla - 198804222019032016 - Dosen Pembimbing I
Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1911103010097
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kelembagaan kolaboratif ialah hubungan yang dilakukan antar individu atau
organisasi yang saling berpartisipasi dan saling menyetujui dalam melakukan tindakan
bersama dengan cara berbagi informasi, sumberdaya, manfaat, dan tanggung jawab
pada pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan bersama. Pengelolaan dengan
menggunakan pendekatan berbasis EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries
Management) bertujuan agar pengelolaan perikanan terpadu, komprehensif dan
berkelanjutan di kawasan TWAL kepulauan banyak. Tujuan dari penelitian ini ialah
untuk menilai status peran kelembagaan secara kolaboratif dalam pengelolaan
kawasan TWAL Kepulauan Banyak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni
2023 yang bertempat di Kecamatan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak
Barat, Kabupaten Aceh Singkil. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan
analisis komposit dengan rataan aritmatika sederhana dan visualisi model bandera
(flag modeling). Hasil penelitian menujukkan bahwa indikator EAFM yang paling baik
dalam penerapannya dilokasi penelitian adalah indikator kapasitas pemangku
kepentingan, sedangkan indikator yang tergolong dalam kondisi buruk adalah
indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab,
sedangkan peran kelembaga kolaboratif di kawasan TWAL Kepulauan Banyak
memperoleh nilai agregat 61 dan tergolong dalam kondisi baik.
Kata kunci : EAFM, Kelembagaan kolaboratif, TWAL Kepulauan Banyak
Collaborative institutions are relationships between individuals or organizations who participate and agree with each other in carrying out joint actions by sharing information, resources, benefits and responsibility for decision making to achieve common goals. Management using an EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) based approach is for integrated, comprehensive and sustainable fisheries management in the TWAL area of Banyak islands. The aim of this research is to assess the status of the collaborative institutional role in managing the Banyak Islands TWAL area. This research was conducted in May-June 2023 at Pulau Banyak District and Pulau Banyak Barat District, Aceh Singkil Regency.The data analysis method used is composite analysis with simple arithmetic mean and visualization of the Bandera model (flag modeling). The results of the research show that the EAFM indicator that is best implemented in the research location is the stakeholder capacity indicator, while indicators that are classified as poor condition are indicators of compliance with the principles of responsible fisheries, while the role of collaborative institutions in the Banyak Islands TWAL area obtained an aggregate score of 61 and is classified as being in good condition. Keywords : EAFM, Collaborative institutions, TWAL area of Banyak Islands
KELIMPAHAN IKAN KARANG HERBIVORA PADA KAWASAN TWAL KEPULAUAN BANYAK, ACEH SINGKIL (MOHAMMAD FATWA ARFI, 2023)
DISTRIBUSI SPASIAL UKURAN KOLONI KARANG DI TAMAN WISATA ALAM LAUT KEPULAUAN BANYAK, ACEH SINGKIL (INTAN MALAYANA, 2025)
PERAN KELEMBAGAAN TERHADAP PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI PERAIRAN KUALA LANGSA (MAGHFIRAH, 2023)
PERAN KELEMBAGAAN TERHADAP PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI DESA AIR PINANG KABUPATEN SIMEULUE (NURDIANTI, 2025)
KONDISI TERUMBU KARANG DI DALAM DAN SEKITAR KAWASAN TAMAN WISATA LAUT PULAU WEH SABANG (Rakhmat Dirgantara, 2022)