<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122177">
 <titleInfo>
  <title>DOUBLE BURDEN PADA PEREMPUAN SUKU BATAK TOBA ( STUDI KASUS DI DESA BUHIT, KABUPATEN SAMOSIR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Krisnawati Sitanggang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Double burden atau beban ganda diakibatkan oleh disparitas tanggung jawab suami-istri di keluarga. Penelitian ini dilakukan di Desa Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir yang menganut sistem patriarki yang menyebabkan perempuan Batak Toba mengalami beban ganda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan realitas double burden dan upaya perempuan Batak Toba dalam mengatasi beban ganda tersebut. Penelitian menggunakan teori feminisme marxis yang melibatkan analisis konsep double burden dalam konteks budaya patriarki dan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Data primer adalah wawancara langsung dengan informan penelitian dan sumber data sekunder berasal dari buku-buku, jurnal, penelitian terdahulu, arsip dan media online. Adapun teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi.  Informan penelitian terdiri dari informan kunci yang merupakan ibu rumah tangga suku Batak Toba dan informan tambahan adalah laki-laki yang telah berumah tangga, LSM Bakumsu, Akademisi, dan Tokoh Adat. Sedangkan teknik analisis, penulis menggunakan cara reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan perempuan Batak Toba di Desa Buhit melakukan intensitas pekerjaan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki dalam tugas peran produksi dan reproduksi, sehingga berdampak negatif terhadap perempuan Batak Toba di Besa Buhit seperti kelelahan, stres hingga sakit. Upaya perempuan dalam menghadapi beban ganda dalam keluarga adalah kolaborasi dengan anggota keluarga, manajemen waktu secara efisien, memperioritaskan dan mengelompokkan tugas yang lebih penting serta melakukan coping mechanism. Oleh karena itu perlu adanya upaya konkret dari berbagai pihak untuk mengatasi opresif gender dalam budaya patriarki Batak Toba dimulai dengan mempromosikan kesadaran akan pembagian tanggung jawab yang adil dalam keluarga dan pemahaman konsep gender.&#13;
Kata kunci : Beban ganda, Teori Feminisme Marxis, Perempuan Batak Toba&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122177</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-02 15:05:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-03 09:29:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>