Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DOUBLE BURDEN PADA PEREMPUAN SUKU BATAK TOBA ( STUDI KASUS DI DESA BUHIT, KABUPATEN SAMOSIR)
Pengarang
Krisnawati Sitanggang - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Dosen Pembimbing I
Annisah Putri - 199208232022032009 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2010103010013
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Double burden atau beban ganda diakibatkan oleh disparitas tanggung jawab suami-istri di keluarga. Penelitian ini dilakukan di Desa Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir yang menganut sistem patriarki yang menyebabkan perempuan Batak Toba mengalami beban ganda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan realitas double burden dan upaya perempuan Batak Toba dalam mengatasi beban ganda tersebut. Penelitian menggunakan teori feminisme marxis yang melibatkan analisis konsep double burden dalam konteks budaya patriarki dan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Data primer adalah wawancara langsung dengan informan penelitian dan sumber data sekunder berasal dari buku-buku, jurnal, penelitian terdahulu, arsip dan media online. Adapun teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari informan kunci yang merupakan ibu rumah tangga suku Batak Toba dan informan tambahan adalah laki-laki yang telah berumah tangga, LSM Bakumsu, Akademisi, dan Tokoh Adat. Sedangkan teknik analisis, penulis menggunakan cara reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan perempuan Batak Toba di Desa Buhit melakukan intensitas pekerjaan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki dalam tugas peran produksi dan reproduksi, sehingga berdampak negatif terhadap perempuan Batak Toba di Besa Buhit seperti kelelahan, stres hingga sakit. Upaya perempuan dalam menghadapi beban ganda dalam keluarga adalah kolaborasi dengan anggota keluarga, manajemen waktu secara efisien, memperioritaskan dan mengelompokkan tugas yang lebih penting serta melakukan coping mechanism. Oleh karena itu perlu adanya upaya konkret dari berbagai pihak untuk mengatasi opresif gender dalam budaya patriarki Batak Toba dimulai dengan mempromosikan kesadaran akan pembagian tanggung jawab yang adil dalam keluarga dan pemahaman konsep gender.
Kata kunci : Beban ganda, Teori Feminisme Marxis, Perempuan Batak Toba
ABSTRACT Double burden, or the dual responsibility, is caused by the disparity in the husband-wife responsibilities within the family. This research was conducted in the village of Buhit, Pangururan District, Samosir Regency, which adheres to a patriarchal system, leading Toba Batak women to experience a double burden. The aim of this study is to depict the reality of the double burden and the efforts of Toba Batak women in overcoming this dual responsibility. The research employs Marxist feminist theory, involving an analysis of the double burden concept within the context of patriarchal and economic culture. This is a descriptive-qualitative study, utilizing primary data from direct interviews with research informants and secondary data from books, journals, previous research, archives, and online media. Data collection techniques include interviews, literature reviews, and documentation. Research informants consist of key informants, who are Toba Batak housewives, and additional informants such as married men, Bakumsu NGO representatives, academicians, and traditional leaders. The analysis technique involves data reduction, data display, conclusion drawing, and verification.The research results indicate that Toba Batak women in the village of Buhit perform a higher intensity of work compared to men in both production and reproductive roles, negatively impacting Toba Batak women in Buhit, leading to fatigue, stress, and illness. Women's efforts in facing the double burden within the family include collaboration with family members, efficient time management, prioritizing and grouping important tasks, and implementing coping mechanisms. Therefore, concrete efforts from various parties are needed to address gender oppression within the patriarchal culture of Toba Batak, starting with promoting awareness of fair responsibility distribution within the family and understanding gender concepts. Keywords : Double Burden, Marxis Feminist Theory, Batak Toba Women
RAGAM JENIS DAN FUNGSI KAIN TENUN ULOS BATAK TOBA DI DESA PINTU BATU KECAMATAN SILAEN KABUPATEN TOBA SAMOSIR (Tiurma, 2020)
PENYELESAIAN TINDAK PIDANA SECARA ADATRNMELALUI DALIHAN NATOLU RN(PENELITIAN TERHADAP MASYARAKAT BATAK TOBA DI BANDARNACEH) (KEZIA JESSICA MARGARETHA SIHOMBING, 2022)
INVESTIGASI SESAR DAN GEMPA SWARM DI WILAYAH TOBA BERDASARKAN DATA SEISMIK 2021 (Mustika Nadia, 2023)
PROSES AKULTURASI ANTARA MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA DENGAN MASYARAKAT SUKU PAKPAK PADA PERKAWINAN DI KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA (Hamzah F Padang, 2018)
MAKNA PENYAJIAN MUSIK GONDANG PADA PROSESI KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA (TRIA OCKTARIZKA, 2015)