PEMANFAATAN NUTRIEN LIMBAH CAIR UNTUK KULTIVASI MIKROALGA HIJAU PENGHASIL MINYAK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PEMANFAATAN NUTRIEN LIMBAH CAIR UNTUK KULTIVASI MIKROALGA HIJAU PENGHASIL MINYAK


Pengarang

vera viena - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0809200090019

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : program studi magister teknik kimia., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah cair hasil kegiatan domestik dan peternakan sebagai sumber nutrien bagi pertumbuhan mikroalga hijau lokal penghasil lipida atau minyak alga telah dilaksanakan. Nutrien dalam bentuk NH4, NO3, dan PO4 dimanfaatkan untuk pertumbuhan mikroalga di dalam wadah kultivasi (fotobioreaktor) agar diketahui kemampuan nutrien uptake dan kandungan minyak mikroalga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan kultur limbah cair yang berbeda berpengaruh signifikan terhadap kandungan biomassa (berat kering, gram/L) yang dihasilkan, semakin pekat konsentrasi limbah maka dibutuhkan waktu lebih lama untuk mikroalga dapat beradaptasi memanfaatkan nutrien untuk metabolisme. Biomassa tertinggi dihasilkan pada perlakuan kultur LD 50 pencahayaan 24 jam dengan berat kering alga sebesar 1,67 g/L. Kemampuan uptake nutrient terbaik oleh alga secara berturut-turut hampir mencapai 99% dengan urutan uptake yaitu: Phosfat, Nitrat dan Amonium yang disebabkan oleh asimilasi mikroalga akan phosfat pada awal pertumbuhan. Hasil ekstraksi sokletasi menggunakan pelarut n-heksan menunjukkan kandungan minyak tertinggi pada perlakuan kultur LD50, pencahayaan 8 jam, diikuti oleh LD100 pencahayaan 24 jam. Analisa GC-MS pada minyak alga menunjukkan kandungan n-hexadecanoic acid (asam palmitat) sebesar 60,3% dan octadecanoic acid (asam stearat) sebesar 9,83 % yang berpotensi sebagai bahan baku biodiesel.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK