<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122137">
 <titleInfo>
  <title>PERAN BUZZER MEDIA SOSIAL DALAM MELAKUKAN BRANDING UMKM DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI MANZILLA AMALIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan suatu landasan sistem bagi perekonomian Indonesia yang memiliki pengaruh penting dalam berbagai kepentingan ekonomi dan pembangunan nasional. Sudah semestinya ada penguatan dan pemberdayaan supaya menjadikan UMKM lebih mandiri. UMKM yang ada di Banda Aceh sudah beralih pada digitalisasi marketing, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana pemanfaatan penjualan secara digital tersebut. Sejauh ini media sosial hanya digunakan sebagai wadah pemasaran produk antara pelaku usaha dengan konsumen tanpa membangun brand awareness yang baik terhadap suatu produk atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan buzzer media sosial selaku pihak ketiga dalam melakukan branding terhadap UMKM di Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode snowball sampling (bola salju) yang dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi kepada 5 jumlah informan penelitian. Teori yang digunakan ialah teori AIDA yang melihat konsep iklan secara keseluruhan dengan 4 elemen yaitu attention, interest, desire, dan action. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa peranan buzzer media sosial sebagai manager branding, media pengubung, serta media promosi mampu menciptakan adanya rasa perhatian (attention) dan ketertarikan (interest) calon konsumen dalam meningkatkan brand awareness terhadap suatu produk atau jasa. Pemilihan topik buzzer UMKM di Banda Aceh masih terbilang sedikit sehingga penting untuk dikembangkan oleh peneliti lain kedepannya. Namun, jika ingin melihat proses branding secara keseluruhan disarankan menggunakan peranan digital agency. Hal ini dikarenakan, pihak digital agency memang berfokus pada segi branding dan mengelola akun instagram dari suatu produk. Sementara buzzer lebih digunakan untuk meningkatkan brand awareness setelah terbentuknya branding yang kuat. &#13;
Kata Kunci : Buzzer Media Sosial, Branding, UMKM, Brand Awareness&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122137</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 16:17:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-02 14:10:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>