<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122124">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERENDAMAN DAGING SAPI DALAM CUKA AREN TERHADAP KADAR PROTEIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Julia Sri Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Daging merupakan salah satu komoditi peternakan yang menjadi andalan sumber protein hewani dan sangat menunjang untuk memenuhi kebutuhan dasar bahan pangan di Indonesia. Cuka aren adalah cuka yang dihasilkan dari nira aren segar yang difermentasikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar protein pada daging yang telah diawetkan dengan cuka aren. Sampel yang digunakan 225gr daging sapi bagian paha belakang, dibagi menjadi 9 bagian, masing-masing beratnya 25gr, kemudian ditambahkan cuka aren pada setiap sampel. Kelompok 1 (K1) 0%, kelompok 2 (K2) 1%, kelompok 3 (K3) 2,5%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan RAL 3.3 dan pengujian kadar protein di laboratorium dengan menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar protein pada daging sapi yang ditambahkan cuka aren kelompok (K1), (K2), dan (K3) masing-masing adalah 17,85±0,85%, 17,62±0,04% dan 16,34±0,51%. Kadar protein K1, K2 dan K3 berbeda nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122124</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 15:00:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-02 10:27:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>