Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
BENTUK PENYAJIAN DIKEE GRÔP DI GAMPONG KAYEE ADANG KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Agustia Chairunnisa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1006102030022
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Bentuk Penyajian, Dikee Grôp.
Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Dikee Grôp di Gampong Kayee Adang Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar” mengangkat masalah bagaimanakah bentuk penyajian kesenian Dikee Grôp di Gampong Kayee Adang Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk penyajian kesenian Dikee Grôp di Gampong Kayee Adang Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Sumber data yaitu kepala Desa Darmi (Geusyik Gampong Kayee Adang) dan ketua syahi Dikee Grôp, Tgk. Maimun dan anggota kesenian Dikee Grôp dan Lokasi dalam penelitian ini adalah di Gampong Kayee Adang tepatnya di Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan tehnik observasi, wawancara, dokumentasi dan tehnik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan dilihat dari segi gerak dalam bentuk penyajian dikee grôp ini sederhana dan para pemainnya antara lain Orang tua dan para pemuda Gampong Kayee Adang, dalam kesenian dikee grôp tidak dimainkan semua anggota tubuh hanya kaki yang dimainkan sambil menghentakkan dan melompat (grôp-grôp) sambil berdiri. Tahap-tahap dalam kesenian Dikee Grôp ini yang pertama Radat yaitu pengantar-pengantar sebelum memulaikan Dikee Grôp, kedua seruan jamaah Dikee saat memulaikan Dikee tersebut, ketiga mengerakkan kaki kanan dan kiri sambil melantunkan syair-syair, dan yang keempat penutup Dikee Grôp yaitu melingkari sambil melantunkan syair dan melakukan gerakan grôp-grôp. Syair dalam kesenian Dikee Grôp ini mengunakan syair Arab Melayu dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, bahwa syair yang dilantunkan dalam pertunjukan Dikee Grôp berupa shalawat dan sastra Aceh yang mengandung nasehat-nasehat tentang Agama dan kehidupan manusia. Tata busana atau kostum yang dipakai dalam kesenian Dikee Grôp ini adalah sama seperti dikee pada umumnya yaitu memakai busana muslim dengan memakai Baju Koko, Peci, Kain Sarung dan Celana kain, fungsinya untuk mendukung penampilan para pelantun dikee saat melakukan pertunjukan tersebut. Pentas/panggung yang digunakan dalam pertunjukan kesenian Dikee Grôp biasa dilakukan di atas panggung dan ada juga di tempat-tempat terbuka seperti dipertunjukan pada acara Marhaban dan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw pada bulan Rabiul awal sampai Jumadil akhir. Bentuk pangung/pentas yang digunakan disaat pertunjukan Dikee Grôp ini bisa dengan panggung Prosenium atau panggung Arena. Karena penonton bisa menyaksikan dari depan dan bisa dari samping kanan atau berbentuk lingkaran (bisa menyaksikan dari berbagai arah). Kesenian Dikee Grôp juga sebagai sarana pertunjukan dan hiburan bagi masyarakat Gampong tersebut dan sekitarnya.
Tidak Tersedia Deskripsi
MAKNA GERAK DAN SYAIR DIKEE GROEP DI GAMPONG KAYEE ADANG KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR (RIZKI MULIANA, 2017)
KAJIAN INDEKS LARVA NYAMUK AEDES SPP. DI GAMPONG IE MASEN KAYEE ADANG KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH (Maulida Sakinah, 2023)
POLA MAKAN ANAK BALITA GIZI KURANG DI GAMPONG KOPELMA DAN GAMPONG IE MASEN KAYEE ADANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH (ADILA AIMAN DAMAYANTI, 2019)
DIKEE MAULID DI DESA BABAH JURONG KABUPATEN ACEH BESAR (SULASTRI MARLIANI, 2025)
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI DIKEE PAM DI SANGGAR INDATU KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA (Sari Hasfika, 2026)