<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122109">
 <titleInfo>
  <title>RANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN DENGAN PENGENDALIAN PWM UNTUK TANAMAN MICROGREEN KANGKUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fauzan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertanian vertikal, yang mengadopsi konsep tanpa tanah menggunakan metode seperti aeroponik, hidroponik, atau media substrat, yang dapat diimplementasikan di dalam ruangan (indoor), di luar ruangan (outdoor), atau kombinasi keduanya. Fasilitas pertanian indoor mencakup berbagai komponen seperti struktur bangunan dengan isolasi termal, rak tanaman, penerangan, pendingin, sirkulasi udara, suplai CO2, pompa air untuk nutrisi, dan unit pengatur lingkungan. Perbedaan mendasar antara sistem-sistem ini terletak pada sumber cahaya yang digunakan. Sistem outdoor mengandalkan sinar matahari sebagai sumber cahaya tunggal, sementara dalam pertanian indoor, lampu, seperti LED, pijar, atau neon, digunakan sebagai pengganti cahaya matahari. Penggunaan lampu menciptakan intensitas cahaya yang konstan, berbeda dengan siklus cahaya matahari. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Sehingga diperlukan pengendalian intensitas cahaya. Salah satu metode kontrol yang digunakan adalah Pulse Wave Modulation (PWM), yang dapat diimplementasikan melalui mikrokontroler seperti Arduino dan driver PWM seperti MOSFET untuk mengatur intensitas cahaya pada lampu. Penelitian ini menerapkan Pulse Wave Modulation (PWM) pada pencahayaan buatan, khususnya lampu T5 LED 6500 K, untuk meningkatkan pertumbuhan microgreen kangkung (Ipomoea reptans Poir) pada pertanian indoor. Pencahayaan buatan diatur terang pada siang hari dan meredup pada pagi dan sore hari, dengan mengatur duty cycle diantara 65% - 100%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan pencahayaan konstan, penggunaan PWM secara linier memengaruhi tegangan dan daya lampu, meningkatkan efisiensi konsumsi daya lampu. Dampak positif terlihat pada pertumbuhan tanaman, dengan peningkatan signifikan pada luas daun, panjang dahan, jumlah daun, dan berat basah. Pertumbuhan dengan pencahayaan berbasis kendali PWM lebih baik dibandingkan dengan pencahayaan konstan 3500 Lux. Sistem pencahayaan buatan dengan kontrol PWM memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pertanian indoor yang efisien dan berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122109</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 13:38:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 14:53:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>