POTENSI MINYAK ATSIRI CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) SEBAGAI TABIR SURYA DAN ANTI AGING: STUDI IN VITRO DAN IN SILICO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

POTENSI MINYAK ATSIRI CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) SEBAGAI TABIR SURYA DAN ANTI AGING: STUDI IN VITRO DAN IN SILICO


Pengarang

Rifsia Ajani Husen - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fauzul Husna - 198401102008122002 - Dosen Pembimbing I
Zulkarnain - 198309252008121004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2107201020005

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Sains Biomedis (S2) / PDDIKTI : 720102

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran - Magister Sains BioMedis (S2)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kondisi termal bumi semakin meningkatkan paparan sinar matahari sehingga memicu kerusakan pada kulit. Kulit memiliki mekanisme pertahanan, namun perlindungan tambahan diperlukan untuk mencegah photo aging. Penggunaan tabir surya merupakan upaya untuk mengurangi akibat buruk paparan sinar matahari. Bahan alami yang memiliki aktivitas antioksidan cocok dikembangkan menjadi produk tabir surya dan anti-aging. Salah satunya adalah cengkeh. Tujuan: Menganalisis aktivitas antioksidan, tabir surya dan anti-aging minyak atsiri daun dan bunga cengkeh. Minyak atsiri dinilai aktivitas antioksidannya terhadap sistem DPPH selanjutnya diformulasikan menjadi krim daun cengkeh 5% dan 10%, krim bunga cengkeh 5%, dan 10%. Nilai SPF dinilai dengan spektrofotometer dan formula Mansur. Metode in Silico pada ligan senyawa aktif dengan protein MMP1 menggunakan software Auto Dock Vina selanjutnya dianalisis dan divisualisasi menggunakan BIOVIA Discovery Studio. Hasil: Minyak atsiri daun dan bunga cengkeh memiliki nilai IC50 23.09 dan 30.31 ppm. Nilai SPF minyak atsiri daun cengkeh, krim daun 5% dan 10 adalah 38,61, 14,32 dan 22,15. Sedangkan nilai SPF minyak atsiri bunga cengkeh, krim bunga 5% dan 10% adalah 38.19, 9.32 dan 18.16. Pada uji in Silico, didapatkan bahwa caryophyllene, eugenol, humulen, dan phenol, 2-methoxy-4-(2-propenyl), acetate) memiliki interaksi yang kuat karena dapat berinteraksi dengan sisi aktif protein melalui ikatan hidrogen, hidrofobik serta ikatan Van der Waals. Kesimpulan: Minyak atsiri daun dan bunga cengkeh memiliki aktivitas antioksidan kuat dan aktivitas tabir surya dengan proteksi ultra. Formulasi krim tetap menunjukkan aktivitas tabir surya meskipun lebih rendah dari minyak atsiri murni. Senyawa caryophyllene, eugenol, humulen, dan phenol, 2-methoxy-4-(2-propenyl)-, acetate), berpotensi sebagai anti-aging berdasarkan nilai binding affinity dan interaksi ikatan kimia yang terbentuk pada uji in Silico

The earth's thermal conditions increase exposure to sunlight, thereby triggering damage to the skin The skin has defense mechanisms, but additional protection is needed to prevent photo aging. Using sunscreen is an effort to reduce the bad effects of sun exposure. Natural ingredients that have antioxidant activity are suitable for development into sunscreen and antiaging products. One of them is cloves. Objective: The essential oils were assessed for their antioxidant activity against the DPPH system and then formulated into 5% and 10% clove leaf cream, 5% and 10% clove flowers cream. The SPF value is measured using a spectrophotometer and the Mansur formula. In Silico method on active compound ligands with MMP1 protein using Auto Dock Vina software, then analyzed and visualized using BIOVIA Discovery Studio. Results: Essential oils of clove leaves and flowers have IC50 values of 23.09 and 30.31 ppm. The SPF values of clove leaf essential oil, 5% and 10 leaf cream are 38.61, 14.32 and 22.15. Meanwhile, the SPF values of clove flowers essential oil, 5% and 10% flowers cream are 38.19, 9.32 and 18.16. In the in Silico test, it was found that caryophyllene, eugenol, Humulene, and phenol, 2-methoxy-4-(2-propenyl)-, acetate have strong interactions because they can interact with the active site of proteins through hydrogen, hydrophobic and Van der Waals bonds. Conclusion: Essential oils of clove leaves and flowers have strong antioxidant activity and sunscreen activity with ultra protection. Cream formulations still show sunscreen activity even though it is lower than pure essential oils. The compounds caryophyllene, eugenol, humulene, and phenol, 2-methoxy-4-(2-propenyl, acetate), have potential as anti-aging. based on binding affinity values and chemical bond interactions formed in in Silico test

Citation



    SERVICES DESK