<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122101">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN RASA SYUKUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENYINTAS COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NUR AINUN SELASARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penurunan kualitas hidup pada penyintas COVID-19 pasca menjalani perawatan tentunya dapat menjadi &#13;
permasalahan serius bagi penyintas. Dalam mengatasi hal ini, rasa syukur dapat menjadi prediktor &#13;
penting menumbuhkan kembali tingkat kualitas hidup yang baik pada penyintas COVID-19. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasa syukur dengan kualitas hidup pada penyintas COVID19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sebanyak 74 responden &#13;
penyintas COVID-19 terlibat dalam penelitian yang di yang di pilih menggunakan teknik sampel kuota dan &#13;
incidental sampling. Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua instrumen, &#13;
yaitu skala bersyukur versi Indonesia untuk mengukur rasa syukur dan WHOQOL-BREF untuk mengukur &#13;
kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji parametrik pearson correlation dan menemukan &#13;
hubungan negatif yang signifikan antara rasa syukur dengan kualitas hidup, dengan nilai signifikansi &#13;
sebesar p=0.002, dan korelasi pearson sebesar r=- 0,350 sebesar. Hasil penelitian menunjukkan adanya &#13;
hubungan negatif yang signifikan antara rasa syukur dengan kualitas hidup pada penyintas COVID-19. &#13;
Selain itu, hasil kategorisasi menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki tingkat rasa syukur dalam &#13;
kategori sedang, sedangkan pada kualitas hidup mayoritas responden berada pada kategori sangat baik. &#13;
Kata kunci: Rasa Syukur, Kualitas Hidup, Penyintas COVID-19</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122101</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 12:25:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 13:30:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>