<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122090">
 <titleInfo>
  <title>DNA BARCODING IKAN FAMILI CARANGIDAE DI PERAIRAN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Sazali A Sitorus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan famili Carangidae merupakan ikan pelagis yang hidup bergerombol (schooling) dan merupakan ikan target tangkapan nelayan. Ikan Carangidae merpakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis penting yang tinggi di Kabupaten Simeulue. Total hasil tangkapan ikan famili Carangidae di Kabupaten Simeulue pada tahun 2020 mencapai 880.720 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 28.766.600.000 dan meningkat menjadi 1.582.474 ton dengan nilai produksi Rp. 55.379.102.000 di tahun 2021. Tingginya produksi tangkapan ikan famili Carangidae dari tahun ke tahun mengakibatkan persediaan ikan ini akan menurun jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan mengelola keanekaragaman ikan famili Carangidae dengan mengumpulkan data genetik. Penelitian mengenai data genetik ikan famili Carangidae di Aceh belum banyak dilaporkan, terutama di Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies ikan famili Carangidae dengan pendekatan DNA barcoding beserta status konservasinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2023. Pengambilan sampel dilakukan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Makmur, Kabupaten Simeulue. Metode ekstraksi DNA menggunakan protokol CTAB yang telah dimodifikasi. Hasil sekuen dalam penelitian ini berjumlah 13 sekuen COI yang terdiri dari 4 spesies ikan famili Carangidae dengan panjang 651 base pairs (bp). Spesies yang berhasil teridentifikasi yaitu Caranx melampygus, Caranx sexfasciatus, Carangoides hedlandensis dan Carangoides oblongus. Caranx sexfasciatus dan Caranx melampygus memiliki nilai rata-rata jarak genetik terdekat dengan nilai 6,35%. Sedangkan rata-rata jarak genetik terjauh adalah Caranx melampygus dan Carangoides oblongus dengan nilai 15,97%. Berdasarkan kategori IUCN 4 spesies termasuk kedalam Least Concern (LC). Sedangkan menurut tren populasi Caranx sexfasciatus mengalami penurunan dilingkungan. Hasil penelitian telah memberikan kontribusi dan informasi mendasar bagi pengelolaan sumber daya ikan famili Carangidae di Perairan Simeulue.&#13;
&#13;
Kata kunci : Ikan famili Carangidae, DNA barcoding, identifikasi spesies, perikanan, Perairan Simeulue.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122090</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 11:21:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-01 12:10:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>