STRATEGI PENGEMBANGAN DESA KORPORASI SAPI DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STRATEGI PENGEMBANGAN DESA KORPORASI SAPI DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Firdaus - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zakiah - 197309061999032002 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 196611051992031004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005202010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S2) / PDDIKTI : 54101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian (S2)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usaha peternakan merupakan integrasi antara manajemen produksi dan manajemen keuangan, dimana manajemen produksi mempertimbangkan penggunaan input dan output. Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi Kabupaten Aceh Besar, dapat dilihat dari masih tersedianya lahan savana untuk mengembala sapi (padang penggembalaan), sumber pakan sapi seperti dari industri rumah tangga pembuatan tahu, tempe dan lain-lain juga masih banyak tersedia hingga posisi strategis Aceh Besar sebagai penyengga (hinterland) bagi Kota Banda Aceh. Usaha peternakan sapi berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan bagi peternakan itu sendiri dan meningkatkan status ekonomi masyarakat pedesaan serta mendorong pembangunan daerah. Pemerintah daerah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan populasi, namun sejauh ini upaya tersebut belum maksimal, sumber daya yang ada belum dioptimalkan sehingga berpengaruh pada pendapatan yang diterima petani. Hal ini diwujudkan dengan kemampuan beternak sapi potong yang sebagian besar masih dilakukan sebagai kegiatan sampingan dengan sistem pemeliharaan yang sangat sederhana dan terdistribusi. Untuk dapat mengantisipasi masalah yang timbul, maka diperlukan suatu konsep yang terukur dan terarah untuk menetapkan strategi pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Aceh Besar melalui Desa Korporasi Sapi. Tujuan penelitan ialah: (1) Mengindentifikasi kondisi internal dan eksternal yang mendukung pengembangan Desa Korporasi Sapi di Kabupaten Aceh Besar; (2) Merumuskan strategi pengembangan produksi sapi melalui pengembangan Desa Korporasi Sapi di Kabupaten Aceh Besar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dua metode, metode deskriptif (SWOT) dan metode kuantitatif (QSPM).
Penelitian ini memperoleh hasil bahwa, hasil analisis matriks IFE menunjukkan posisi internal yang kuat. Kekuatan utama pada Desa Korporasi Sapi ini ialah Ketersediaan: (1) Potensi lahan; (2) Pakan; dan (3) Sumber air yang cukup. Sedangkan pada kelemahan utama internal pada Desa Korporasi Sapi yaitu sistem pemasaran belum memadai. Hasil analisis matriks EFE menunjukkan bahwa posisi eksternal yang kuat. Peluang utama pada Desa Korporasi Sapi adalah Ketersediaan bahan baku pakan dan limbah pertanian yang berlimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Ancaman utama pada desa korporasi desa ialah Penurunan produksi pertanian. Hasil analisis matriks IFE dan EFE menunjukkan bahwa skor bobot total matriks IFE sebesar 3,52 berada pada posisi tinggi dan skor bobot total matriks EFE sebesar 3,40 berada pada posisi kuat. Ini menunjukkan bahwa Desa Korporasi Sapi berada pada sel I, yang dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun. Berdasarkan Matriks SWOT dapat diperoleh beberapa alternatif strategi yaitu strategi S-O: Meningkatkan motivasi beternak sapi; Menjalin kerjasama tetap dengan Pemerintah Daerah dalam pengadaan bantuan program; Penerapan kawasan peternakan terpadu (cluster); Optimasi usaha peternakan dalam sistem usahatani baik tanaman pangan maupun perkebunan. Strategi W-O: Mendirikan pasar hewan dan menyediakan informasi pasar; Meningkatkan Pembinaan bagi Peternak dan pengusaha/pedagang Sapi. Strategi S-T: Mengintensifkan penanggulangi penyakit reproduksi dan kesehatan ternak; Tingkatkan fungsi dan Penguatan Peran Kelembagaan Peternak baik dari segi manajemen maupun
perannya untuk memberdayakan anggota kelompok; Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi ternak sapi. Strategi W-T: Mengelola sumber daya manusia dari segi manajerial dan operasional secara efisien; Menciptakan suatu wadah yang dapat menampung dan mengelola sendiri modal usaha kelompok. Berdasarkan hasil QSPM, didapat urutan prioritas strategi Pengembangan Desa Korporasi Sapi yaitu: Optimasi usaha peternakan dalam sistem usahatani baik tanaman pangan maupun perkebunan; Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi ternak sapi; Mengintensifkan penanggulangi penyakit reproduksi dan kesehatan ternak; Menjalin kerjasama baik dengan pemda, lembaga pendidikan dan swasta baik dalam pengadaan bantuan program maupun pengembangan Desa Korporasi; Mengelola sumber daya manusia dari segi manajerial dan operasional secara efisien; dan Menyediakan informasi pasar dan Pembinaan bagi peternak/pengusaha/pedagang sapi.

The local government has made several efforts to increase the population using technology, but so far the availability of existing resources has not been optimized. This is realized by the ability to raise beef cattle, which is still mostly done as a side activity with a very simple and distributed maintenance system. To be able to anticipate the problems that arise, a measurable and directed concept is needed to establish a strategy for developing beef cattle businesses in Aceh Besar Regency through theCattle Corporation Village. The objectives of the study were (1) to identify the internal and external conditions that support the development of Cattle Corporation Village in Aceh Besar Regency; (2) to formulate strategies to develop cattle production through the development of Cattle Corporation Village in Aceh Besar Regency. The methods used in this research are descriptive method (SWOT) and quantitative method (QSPM). Based on the results, the results of the IFE matrix analysis show a strong internal position. The main strengths in this cattle corporation village are Availability: (1) potential land; (2) feeds; and (3) sufficient water sources. Meanwhile, the main internal weakness in the cattle corporation village is the inadequate marketing system. The results of the EFE matrix analysis show a strong external position. The main opportunity in the cattle corporation village is the availability of feed raw materials and agricultural waste that is abundant and has not been maximally utilized. The main threat to the village corporation is the decline in agricultural production. The results of the IFE and EFE matrix analysis show that the IFE matrix total weight score of 3.52 is in a high position and the EFE matrix total weight score of 3.40 is in a strong position. This indicates that Cattle Corporation Village is in cell I, which can be described as growing and developing. Based on the SWOT Matrix, 11 (eleven) alternative strategies can be obtained, then grouped into 6 (six) strategies that will be tested using QSPM Analysis. Based on the QSPM results, the priority order of the Cattle Corporation Village Development strategy is obtained, namely: Optimizing livestock businesses in the farming system of both food crops and plantations; Increasing the quantity and quality of cattle production; Intensifying the management of reproductive diseases and livestock health; Establishing good cooperation with local governments, educational institutions and the private sector both in the provision of program assistance and the development of Corporate Villages; Managing human resources in terms of managerial and operational efficiency; and Providing market information and coaching for cattle farmers/entrepreneurs/traders.

Citation



    SERVICES DESK