<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121943">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HASIL RENDAMAN CAMPURAN BAWANG PUTIH DAN MADU LEBAH KELULUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi Nisrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Kimia</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bawang putih dan madu lebah kelulut mengandung senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui aktivitas antioksidan hasil rendaman campuran bawang putih dan madu lebah kelulut. Bawang putih diperoleh di pasar Kampung Baru kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh dan madu lebah kelulut yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Desa Muka Blang Kecamatan Panteraja Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Analisis aktivitas antioksidan hasil rendaman campuran bawang putih dan madu lebah kelulut menggunakan metode metode DPPH (2,2-diphenyl-I-picrilhidrazyl) pada panjang gelombang λmaks 517 nm. Metode ini dapat melihat reduksi radikal bebas yang terjadi akibat senyawa antioksidan hasil rendaman campuran madu lebah kelulut dengan bawang putih kating dan tunggal. Absorbansi aktivitas antioksidan yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis kemudian dihitung persamaan regresinya. Jika nilai yang diperoleh dari persamaan regresi menunjukkan niai IC50 dibawah 10 ppm menandakan aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil penelitian ini menunujukkan niai IC50 hasil rendaman campuran madu lebah kelulut dengan bawang putih kating dari pekan ke-1 sampai ke-8 berturut-turut adalah 11,19, 9,67, 7,85, 7,61, 7,68, 8,19, 8,99, dan 10,09 ppm. Sedangkan nilai IC50 dari rendaman madu lebah kelulut dan bawang putih tunggal dari pekan ke-1 sampai ke-8 berturut-turut adalah 10,74, 9,05, 7,94, 6,98, 7,18, 7,71, 7,91, dan 9,55 ppm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan aktivitas antioksidan hasil rendaman campuran bawang putih dan madu lebah kelulut dengan waktu terbaik pada pekan ke-4 dengan nilai IC50 7,61 ppm (bawang putih kating + madu lebah kelulut) dan 6,98 ppm (bawang putih tunggal + madu lebah kelulut) termasuk kategori kuat (IC50 ≤ 100 ppm).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 22:49:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-28 09:25:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>