<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121931">
 <titleInfo>
  <title>MODEL MATEMATIKA PENYEBERAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DENGAN  SUBPOPULASI CARRIER DAN PARAMETER KEPATUHAN INDIVIDU.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mukramati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA magister Matematika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pencabutan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh WHO terhadap COVID-19 telah menjadi titik balik dari berakhirnya masa pandemi yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Kebijakan-kebijakan mulai di hapuskan untuk mengusung masa berakhirnya pandemi menuju masa endemi COVID-19, yang meliputi penggunaan masker, vaksinasi, tseting, karantina, dan lain nya. Penelitian ini mengembangkan model penelitian sebelumnya COVID-19 SEIQR yang memisahkan subpopulasi individu terinfeksi bergejala dan subpopulasi individu Carrier, serta parameter tingkat kepatuhan pada individu yang meliputi tingkat pe mahaman dan kesadaran penyakit serta tingkat kebiasaan hidup sehat. Adanya peran pemerintah pada pencegahan COVID-19 dengan vaksinasi dan penyedian testing bagi individu Carrier. Model ini menghasilkan dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik yang kemudian akan dianalisis kestabilan disekitar titik kesetimbangan tersebut. Selanjutnya menentukan nilai bilagan reproduksi dasar dengan menggunakan Next Generation Matrix yang menghasilkan bilangan reproduksi dasar untuk semua asumsi yang diuji yaitu R0 &gt; 1 dan R0 &lt; 1. Analisis sensitivitas parameter menghasilkan lima parameter yang paling berpengaruh pada perubahan nilai R0 yaitu parameter vaksinasi p, tingkat penularan individu terinfeksi bergejala β1, tingkat kesembuhan penyakit dengan pengobatan σ, tingkat pemahaman dan kesadaran akan penyakit α serta kebiasaan hidup sehat η. Simulasi numerik menunjukkan bahwa hasil simulasi sejalan dengan analisis, dimana pengaruh tingkat pemahaman dan kesadaran akan penyakit, vaksinasi serta tingkat kebiasaan hidup sehat membantu dalam mencegah terjadinya kembali pandemi COVID-19 dan masa endemi dapat berjalan hingga dalam kurun waktu tertentu penyakit COVID-19 dapat hilang sepenuhnya dari populasi.&#13;
&#13;
Kata kunci: COVID-19, model SEIQR, pemahaman dan kesadaran penyakit, kebiasaan hidup sehat, penggunaan masker, vaksinasi, testing, individu Carrier, bilangan reproduksi dasar, titik kesetimbangan, analisis sensitivitas&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121931</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 16:20:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-28 09:09:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>