ANALISIS TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH MELALUI PENINGKATAN HUMAN CAPITAL OLEH PUSAT LAYANAN USAHA TERPADU PROVINSI ACEH DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH MELALUI PENINGKATAN HUMAN CAPITAL OLEH PUSAT LAYANAN USAHA TERPADU PROVINSI ACEH DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Dhifan Feriza - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Helmi - 198804272017011101 - Dosen Pembimbing I
Nurul Kamaly - 199503262022032011 - Dosen Pembimbing II
Bustami Usman - 195912311985011001 - Penguji
Reza Fahlevi - 198908282021021101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)



ABSTRAK
Peningkatan human capital memegang peranan penting dalam pemberdayaan
UMKM yang mencakup pengetahuan, kemampuan, keterampilan, keahlian. Pelaku
UMKM dapat menciptakan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk
atau layanan, namun UMKM di Kota Banda Aceh menghadapi kendala terkait
keterbatasan pengetahuan teknologi, tantangan dalam penerapan teknologi, dan
ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan dan pelatihan, yang secara langsung
berkaitan dengan human capital. Pemerintah merespons permasalahan ini dengan
memberikan pemberdayaan UMKM melalui peningkatan human capital, yang
dilaksanakan oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil
Menengah (PLUT-KUMKM). PLUT-KUMKM dianggap sebagai klinik yang
memberikan pelayanan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan aspek human
capital dan mengatasi kendala dalam pengembangan usaha. Tujuan penelitian
mengetahui pemberdayaan melalui peningkatan human capital dan hambatan yang
dihadapi PLUT-KUMKM dalam melakukan pemberdayaan UMKM Kota Banda
Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teori yang digunakan adalah
teori pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberdayaan UMKM melalui peningkatan human capital yang dilaksanakan oleh
PLUT-KUMKM belum optimal. Bedasarkan teori pemberdayaan masyarakat
terdapat 4 indikator teori yang belum optimal dalam pelaksanaannya, yaitu
indikator tahapan perencanaan alternatif program, tahapan implementasi, tahapan
evaluasi, dan tahapan terminasi. Sedangkan 3 indikator teori sudah berjalan dengan
optimal, yaitu indikator tahapan persiapan, tahapan pengkajian, tahapan
pemfomalisasi rencana aksi. PLUT-KUMKM dalam melakukan pemberdayaan
masih menghadapi faktor penghambat disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan
pemahaman pelaku usaha, kualitas sumber daya manusia yang belum optimal, serta
kurangnya sinergitas antara pemerintah, IKUMKRAF, dan pelaku usaha.
Diharapkan PLUT-KUMKM dapat terus berbenah diri guna mengatasi hambatan
serta terus memberikan pemberdayaan melalui peningkatan human capital bagi
UMKM Kota Banda Aceh, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat lokal.

Kata Kunci: Pelayanan, Pemberdayaan, UMKM, Human Capital, Banda Aceh

ABSTRACT Improving human capital plays an important role in empowering UMKM, which includes knowledge, abilities, skills, expertise. UMKM actors can create innovation and creativity in developing products or services, but UMKM in Banda Aceh City face obstacles related to limited technological knowledge, challenges in applying technology, and unequal access to education and training, which are directly related to human capital. The government responds to these issues by providing UMKM empowerment through human capital enhancement, which is implemented by the Micro, Small and Medium Enterprises Cooperative Integrated Business Service Center (PLUT-KUMKM). PLUT-KUMKM is considered a clinic that provides services to UMKM actors to improve human capital aspects and overcome obstacles in business development. The research aims to find out empowerment through increasing human capital and the obstacles faced by PLUT-KUMKM in empowering UMKM in Banda Aceh City. This research uses qualitative methods with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The theory used is community empowerment theory. The results showed that the empowerment of UMKM through increasing human capital implemented by PLUT-KUMKM was not optimal. Based on community empowerment theory, there are 4 theoretical indicators that have not been optimal in their implementation, namely indicators of alternative program planning stages, implementation stages, evaluation stages, and termination stages. While 3 theoretical indicators have been running optimally, namely the indicators of the preparation stage, the assessment stage, the stage of formalizing the action plan. PLUT-KUMKM in carrying out empowerment still faces inhibiting factors due to the lack of awareness and understanding of business actors, the suboptimal quality of human resources, and the lack of synergy between the government, IKUMKRAF, and business actors. It is hoped that PLUT-KUMKM can continue to improve itself to overcome obstacles and continue to provide empowerment through increasing human capital for UMKM in Banda Aceh City, in order to support economic growth and the welfare of local communities. Keywords: Services, Empowerment, UMKM, Human Capital, Banda Aceh City.

Citation



    SERVICES DESK