Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN CARBOXY METTHYL CELLULOSE (CMC), NATRLUM BENZOAT DAN LAMA PENYIMPANAN PADA PEMBUATAN SANTAN AWET DENGAN METODE PASTEURISASI
Pengarang
Amnasari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9851511579
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
Indonesia
No Classification
663.64
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman kelapa (cococ nusifera) merupakan salah satu tanaman industri yang memegang peranan penting di Indonesia. Daging buah kelapa yang tua dapat digunakan sebagai campuran bemacam-macam kue, diambil santannya untuk masakan atau dibuat minyak goreng secara tradisional. Namun demikian pemanfantan kelapa khususnya di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) masih sangat terbatas. Santan awet merupakan salah satu hasil olahan kelapa yang mempunyai daya simpan dalam kemasan plastik lebih lama dibandingkan dengan santan kelapa segar. Penambahan zat pengental pada pembuatan santan kelapa awet seperti carboxymethyl cellulose (CMC) dimaksudkan untuk meningkatkan kekentalan dengan tetap mempertahankan kestabilan santan dan mencegah pengendapan santan. Sedangkan penambahan natrium benzoat diharapkan dapat berfungsi sebagai pengawet pada santan yang dihasilkan dan untuk menghindari tumbuhnya mikroorganisme sehingga dapat meningkatkan daya simpan santan awet. Proses pasteurisasi diharapkan dapat meningkatkan padatan, sehingga santan menjadi lebih kental karena hilangnya air selama pemanasan. Selain itu. proses diharapkan juga dapat meningkatkan daya simpan santan sehingga santan tidak hanya awet tetapi siap untuk disajikan dan diolah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) pola` faktorial yang terdiri atas 3 faktor, yaitu faktor A ( konsentrasi CMC) yang terdiri atas 3 taraf yaitu Ai = 0,1 %; A2 = 0,2 %; A3 = 0,3 %. Faktor 8 ( konsentrasi natrium benzoat) terdiri atas 3 taraf yaitu : Bi = 0,04 %; 82 = 0,05 %; 83 = 0,06 %, dan faktor C (lama penyimpanan) terdiri atas 2 taraf yaitu : Ci = I minggu; C2 = 2 minggu. Parameter yang dianalisis adalah kadar lemak, kekentalan atau viskositas, uji kestabilan emulsi, uji total mikroba dan uji organoleptik (aroma, rasa dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kousentrasi CMC, konsentrasi natriLm benzoat dan lama penyimpanan berpenganih sangat nyata terhadap kadar lemak, viskositas, uji kestabilan emulsi dan total mikroba. Interaksi antara konsentrasi CMC, natrium benzoat dan lama penyimpanan juga berpengaruh sangat nyata terhadap viskositas dan total mikroba dari santan awet yang dihasilkan. Sedangkan interaksi antara kousentrasi CMC dan lama penyimpanan, interaksi antara kousentrasi natrium benzoat dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap uji kestabilan emulsi dan viskositas dari santan awet yang dihasilkan. Namun belpenganin sangat nyata terhadap rilai organoleptik rasa.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN PENGGUNAAN SUSU KEDELAI DAN SARI BUAH NANAS DENGAN PENAMBAHAN CMC (CARBOXY METHYL CELLULOSE) SEBAGAI BAHAN PENSTABIL PADA PEMBUATAN ES KRIM NABATI (MASYITHAH, 2021)
PENGARUH JENIS ANTIOKSIDAN DAN SUHU PASTEURISASI TERHADAP MUTU SANTAN KELAPA SELAMA PENYIMPANAN (Marlizan, 2024)
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN KOMERSIL YANG DISUBSTITUSI DENGAN AMTABIS (Elvira Rosa, 2016)
ANALISA KEASAMAN, TOTAL MIKROBA DAN UJI ORGANOLEPTIK SUSU FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN BUAH KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA L) DAN STARTER KOMERSIL (STREPTOCOCCUS THERMOPHILUS DAN LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS) (HOIRIAH LUBIS, 2015)
PENGARUH SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIL DENGAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK FERMENTASI + BUNGKIL KELAPA + FEED SUPPLEMENT PERIODE FINISHER TERHADAP BERAT DAN PERSENTASE BEBERAPA ORGAN DALAM AYAM BROILER (Syafriadi, 2016)