PENGARUH KADAR LUMPUR TERHADAP PERILAKU PELAT FEROSEMEN DIBEBANI LENTURRN(SUATU TINJAUAN MENGGUNAKAN 2, 4 ,DAN 6 LAPIS WIREMESH SEBAGAIRNTULANGAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KADAR LUMPUR TERHADAP PERILAKU PELAT FEROSEMEN DIBEBANI LENTURRN(SUATU TINJAUAN MENGGUNAKAN 2, 4 ,DAN 6 LAPIS WIREMESH SEBAGAIRNTULANGAN)


Pengarang

Safur Murtadha - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404101020113

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ferosemen adalah bahan konstruksi yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan air dan diberi wiremesh sebagai tulangan. Agregat pasir banyak diambil dari sungai sehingga kadar lumpur pada pasir tersebut juga dipengaruhi oleh faktor musim (hujan atau kemarau), serta lokasi penambangan pasir tersebut. Pada penelitian ini aspek yang ditinjau adalah kadar lumpur dalam agregat pasir dan jumlah Lapisan wiremesh. Dalam penelitian ini pengaruh aspek tersebut ditinjau terhadap sifat mekanis mortar dan perilaku lentur pelat ferosemen. Penelitian dilakukan dengan mempersiapkan mortar dari 3 jenis kondisi pasir dengan kadar lumpur berbeda. Benda uji kubus dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 10 cm untuk uji kuat tekan mortar, balok dengan ukuran 40 cm x 10 cm x 10 cm untuk uji kuat lentur mortar, dan untuk mendapatkan perilaku pelat ferosemen yang dibebani lentur dibuat benda uji dengan uku:ran 50 cm x I0 cm x 2 cm. Benda uji diberi tulangan wiremesh dengan jumlahnya berbeda yaitu :2,4, dan 6 lapis wiremesh. Hasil pengujian terhadap sifat mekanis mortar menunjukkan bahwa kualitas pasir mempengaruhi sifat fisis mortar tersebut. lni dapat terlihat dengan menurunnya kuat tekan dan kuat lentur mortar
tersebut. Dari hasil pengujian kuat tekan mortar untuk pasir bersih PSB f cu = 290
kg/cm2, untuk pasir lumpur 3% turun 24.14% dari PSB, sedangkan untuk pasir
Iumpur 8% turun 40,80% dari PSB. Dari pengujian kuat lentur balok untuk pasir
bersih PSB fr = 42.00 kg/cm2 sedangkan untuk pasir lumpur 3% turun 24.52% dari
PSB, dan untuk pasir lumpur 8% turun 41.31 % dari PSB. Hasil pengujian terhadap pelat ferosemen didapat bahwa mutu mortar dan penambahan j umlah lapisan wiremesh mempengaruhi kekuatan ferosemen, terutama pada beban ultimit dan beban retak awal terjadi. Beban ultimit dan beban retak awal pelat ferosemen yang didapat semakin menurun seiring dengan bertambahnya kadar lumpur pada agreagat pasir. Kualitas pasir dan jumlah tulangan juga mempengaruhi jumlah retak yang terjadi pada pelat ferosemen.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK