<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121857">
 <titleInfo>
  <title>WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KONSINYASI ANTARA PRODUSEN ROTI TAWAR DENGAN PENGUSAHA SWALAYAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fathin Rizki Chlissma Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 1243 KUHPerdata mengatur bahwa jika terjadi wanprestasi maka pihak yang melanggar harus mengganti rugi. Hak dari pihak consignor yaitu, menerima uang hasil dari penjualan titipan tepat pada waktunya, barang yang dititipkan dijaga. Kewajiban dari pihak consignor yaitu, menyerahkan barang tepat pada waktunya. Sedangkan hak dari pihak consignee yaitu, menerima barang titipan tepat pada waktunya. Kewajiban consignee yaitu, membayar sesuai hasil dari penjualan titipan tepat pada waktunya, menjaga dititipkan. Namun dalam prakteknya terjadi wanprestasi yang dimana penundaan pembayaran, barang yang tidak dijaga dan terlambat dalam pemasokan barang. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bentuk wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian konsinyasi antara produsen roti tawar dengan pengusaha swalayan, faktor penyebab terjadinya wanprestasi dan pelaksanaan penyelesaian wanprestasi antara produsen roti tawar dengan pengusaha swalayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian konsinyasi adalah penundaan pembayaran, tidak terjaganya roti tawar yang dititipkan dan terlambat pemasokan roti tawar ke swalayan. Sedangkan faktor penyebab terjadinya wanprestasi adalah produsen mengambil uang hasil penjualan dalam waktu yang bersamaan dengan produsen lain, konsumen yang memeriksa roti dengan tidak hati-hati walaupun sudah diingatkan dan harga bahan baku yang tidak stabil dan karena terjadi penundaan pembayaran kepada produsen. Adapun penyelesaian yang dilakukan agar mendapatkan jalan damai yaitu dengan cara bermusyarah. Disarankan kepada pihak produsen roti tawar dan pihak swalayan agar melaksanakan perjanjian konsinyasi tersebut secara tertulis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 11:33:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 13:50:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>