<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121824">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP IKLAN PRODUK YANG TIDAK BENAR OLEH ENDORSER MELALUI MEDIA SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNISA KEMALA PUTRI NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketentuan mengenai perlindungan konsumen diatur pasal 8 ayat 1 huru F menjelaskan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket,keterangan,iklan atau promosi penjualan barang dan jasa. Namun dalam kenyataanya terdapat iklan produk yang tidak benar yang dipromosikan oleh endorser pada jual beli secara online.&#13;
Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk perlindungan konsumen atas iklan produk yang tidak benar oleh endorser melalui media sosial, tanggung jawab endorser terhadap iklan produk yang tidak benar melalui media sosial, upaya hukum yang dilakukan konsumen yang dirugikan akibat iklan produk yang tidak benar oleh endorser melalui media sosial.&#13;
Metode penelitian skripsi ini menggunakan sebuah metode yuridis empiris, pengumpulan data menggunakan data primer diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan sejumlah responden atau narasumber yang terkait langsung dengan perlindungan konsumen yang merupakan sebuah masalah yang di teliti.&#13;
         Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perlindungan konsumen atas atas iklan produk yang tidak benar oleh endorser melalui media sosial ada 2 (dua) yaitu perlindungan konsumen secara preventif dan perlindungan konsumen secara represif. Tanggung jawab terhadap iklan yang tidak benar melalui media sosial yaitu memiliki kewajiban untuk ganti rugi dari pembelian ataupun pemakian barang tersebut. Selain itu ada pertanggung jawaban yang lain yang dapat diberikan kepada pihak endorser dan pelaku usaha sesuai dengan memberikan sanksi administratif, sanksi pidana, sanksi pidana tambahan. Upaya hukum yang dilakukan konsumen yang dirugikan akibat iklan produk yang tidak benar oleh endorser melalui media sosial yaitu dapat mengajukan upaya hukum dengan melakukan gugatan ke pengadilan, melaporkan kepada pihak BPOM.&#13;
Disarankan kepada untuk pelaku usaha dan jasa endorser sebaiikny lebih terbuka dalam menjelaskan informasi mengenai kualitas dan efek samping yang timbul dari produk yang ditawarkan, untuk pelaku usaha lebih bertanggung jawab atas kerugian konsumen, untuk pembeli lebih bersikap lebih teliti dalam merima informasi dari iklan yang disampaikan oleh endorser.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121824</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 09:53:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 11:14:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>