PEMBELAJARAN MUSIK ANSAMBEL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION DI SMP NEGERI 3 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBELAJARAN MUSIK ANSAMBEL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION DI SMP NEGERI 3 BANDA ACEH


Pengarang

Adek Nabila - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing I
Samsuri - 198902062015012101 - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Yuli Astuti - 199007202019032019 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906102030067

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata kunci : penerapan, model direct instruction, musik ansambel

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Musik Ansambel Dengan Menggunakan Model
Direct Instruction di SMP Negeri 3 Banda Aceh dengan rumusan masalah : 1)
Bagaimana penerapan model Direct Instruction pada pembelajaran musik ansambel
kelas VIII-5 SMP negeri 3 Banda Aceh? 2) Bagaimana hasil pembelajaran musik
ansambel dengan menggunakan model Direct Instruction kelas VIII-5 SMP Negeri 3
Banda Aceh?. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data dan informasi yang akurat
tentang hasil pembelajaran musik ansambel menggunakan model direct instruction di
kelas VIII-5 SMP Negeri 3 Banda Aceh. Kelebihan dari model Direct Instruction yaitu :
1) Model pembelajaran ini efektif dalam kelas yang besar ataupun kecil 2) Dapat
mengarahkan siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran untuk berprestasi 3) Guru
dapat mengendalikan materi dan informasi dalam pembelajaran sehingga guru dapat
fokus mengenai apa yang dicapai oleh siswa. Kekurangan dari model Direct Instruction
yaitu : 1) Guru yang lebih aktif atau menjadi point center dibandingkan dengan siswa. 2)
Jika guru tidak siap dengan pembelajaran atau kurang memahami materi yang akan
disampaikan, maka pembelajaran akan terhambat karena guru menjadi pusat dalam
model. 3) Guru juga harus komunikatif, karena gaya Bahasa guru sangat mempengaruhi
tingkat ketertarikan dan pemahaman siswa. Metode pengumpulan data yang disusun : 1)
Observasi, 2) Wawancara, 3) Angket dan 4) Dokumentasi. Pengolahan data
menggunakan metode kualtatif deskriptif. Teknik analisis data dengan menggunakan: 1)
Reduksi data 2) Penyajian data 3) Verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dengan penerapan mpdel pembelajaran Direct Instruction diperoleh hasil yang baik
dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional (Ceramah) yang
digunakan oleh guru mata pelajaran sebelumnya.

Citation



    SERVICES DESK