<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121784">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN SISTEM TRANSPORTASI DENGAN INTERAKSI TATA GUNA LAHAN PADA KECAMATAN ULEE KARENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ALFI SYAHRIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perencanaan sistem transportasi dengan interaksi tata guna lahan pada Kecamatan Ulee Kareng dipengaruhi oleh sistem transportasi perkotaan, terdiri dari beberapa aktivitas seperti bekerja, sekolah, olahraga, belanja dan bertamu. Kecamatan Ulee Kareng  mengalami  perubahan  alih  fungsi  lahan  akibat  terjadinya  urban  sprwal sehingga  menyebabkan  kemacetan  yang  V/C  &gt;  0,61.  Penelitian  ini  mengkaji pengaruh interaksi tata guna lahan terhadap sistem transportasi dengan menganalisa generator  aktivitas  pada  masyarakat  ulee  kareng  dengan  menggunakan  metode Furness. Hasil yang didapat dari penelitian ini menyatakan bahwa bangkitan tarikan terbanyak  terjadi  pada  usia  produktif  yaitu  31-35  tahun  dengan  persentase  34% dimana mereka merupakan wiraswasta dengan persentase 40% dari tata guna lahan di  Kecamatan  Ulee  Kareng,  Desa  Ceurih  memiliki  pola  dan  struktur  ruang  yang menyebabkan  terjadinya  bangkitan  tarikan  terbesar  dengan  persentase  19%. Dengan menggunakan analisis metode  Furness didapat pada iterasi ke 11 dimana pergerakan  di  masa  mendatang  berjumlah  737.  Dapat  disimpulkan  bahwa  faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan terhadap bangkitan tarikan di Kecamatan Ulee  Kareng  adalah  masyarakat  yang  melakukan  aktivitas  bekerja,  kuliner  dan belanja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121784</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-26 22:35:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-27 08:32:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>