<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121722">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG TERHADAP KEBULATAN HASIL PROSES MILLING AGMA A-8</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Edy Elfian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Untuk menghasilkan  suatu  komponen yang  berkualitas  tentunya  harus  didukung oleh proses  pemesinan yang baik.  Setiap proses  pemesinan  memiliki  ciri  tertentu atas suatu komponen yang dihasilkan, antara lain adalah kebulatan. Hal ini terjadi karera sering terjadi penyimpangan-penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan  dan  proses  pemesinan.  Dalam  dunia  industri  tingkat  keakurasiaan suatu komponen sangat penting, agar sesuai dengan standar  yang ditentukan serta toleransi yang diperbolehkan. Pada penelitian ini digunakan kecepatan potong (V) bervariasi yaitu  25, 40, 50, dan 60 in/min, sedangkan gerak makan (f)   adalah 0.05 mm/put. Pahat  yang digunakan jenis HSS-Co. Alat ukur  kebulatan yang digunakan adalah   MarFrom   MMQ   l00.   Hasil   dari   penelitian   ini   didapat   bahwa  nilai ketidakbulatan terbesar  terdapat  pada kecepatan  potong 60  in/mjm  sebesar  123,1 um,  sedangkan  nilai  ketidakbulatan  terkecil   berada  pada  kecepatan  25  in/min sebesar 52,1  vm. dari hasil pengukuran diketahui bahwa kualitas kebulatan sangat dipengruhi oleh kecepatan potong. Semakin besar kecepatan potong maka semakin besar   nilai ketidakbulatannya dan  semakin kecil  kecepatan potong maka semakin kecil   nilai  ketidakbulatannya.   Jika  dibandingkan  dengan  proses   bubut   knuth Werkzeugmaschinen Gmbh Type Compass 200/20008. Hasil penelitian sebelumnya maka  didapat  perbedaan    ketidakbulatan  yang  ekstrim  yaitu  20 : 1   lebih  baik kebulatan  hasil  proses  mesin  bubut.   Dari  perbandingan  ini   dapat  disimpulkan bahwa mesin milling Agma A-8 tidak cocok digunakan untuk melakukan pengerjaan pada  benda  kerja   berbentuk  silindris.  Karena  hasilnya  permukaan  benda  kerja ternyata sangat bengelombang atau tidak bulat.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kebulatan, Proses Pemesinan, Kecapatan Potong</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121722</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-26 12:27:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-26 12:27:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>