<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121603">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL KUALITAS KOKAS DARI HASIL KARBONISASI BATUBARA PADA TEMPERATUR TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rusjdi Mahdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Batubara adalah benda padat yang mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen,   kadar  air,  karbon  tetap,   sulfur,  zat  terbang  dan  abu.  Salah   satu penggunaan  batubara  adalah sebagai  bahan bakar pada proses  peleburan  biji besi dalam industri besi dan  baja.  Bahan dasar untuk proses peleburan  biji besi adalah  kokas.  Kualitas  kokas yang baik sebagai  penyedia panas  dan  karbon dalam tanur tiup  (blast furnace)  sangat didambakan,  karena penggunaan  kokas kualitas  tinggi  sangat  berpengaruh  terhadap  operasional  blast furnace  secara keseluruhan. Penelitian ini difokuskan pada pembuatan kokas dari batubara yang berkualitas  tinggi.  Batasan masalah yang dikaji adalah proses  karbonisasi yang dipertahankan  pada  temperatur  900'C,  1000C  dan  1100'C.  Parameter  yang dikaji adalah  efek temperatur pemanasan  terhadap  perilaku  karbonisasi,  indek kekerasan  terhadap  abrasi  dan  indek  kekuatan pecah  kokas.  Metodelogi  yang digunakan pada  eksperimen  ini adalah proses  karbonisasi dengan  menggunakan dapur pemanas   listrik  (electric furnace)  dan  analisa  kekuatan  kokas  dengan menggunakan alat uji jungkat balik tipe-I (1-type tumbler test).  Hasil eksperimen menunjukkan bahwa temperatur pemanasan dan lamanya waktu dapat mempengaruhi  perilaku   karbonisasi,  dimana  semakin  tinggi  temperatur   dan waktu  pemanasan   maka  fraksi  massa  yang  hilang   dari  batubara  semakin meningkat.  Pada temperatur  1000'C  diperoleh  waktu karbonisasi  lebih singkat jika dibandingkan  dengan  pemanasan  pada  temperatur   900C.  Kualitas  kokas hasil dari karbonisasi pada  temperatur  1000'C  adalah  lebih  mudah terabrasi, sedangkan dari karbonisasi pada temperatur 900'C adalah lebih mudah pecah.&#13;
&#13;
Kata kunci : Batubara,  kokas, perilaku karbonisasi, indek abrasi, indek pecah&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121603</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-25 11:45:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-25 11:45:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>