<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121544">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF CODE-MIXING IN THE INDONESIAN MOVIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Silvia Soki Rican Askia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis campur kode dalam film Mariposa, serta&#13;
alasan penggunaan campur kode dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif metode dan kerangka analisis campur kode dari Hoffman (1991, sebagaimana dikutip Mangendre &amp; Nurlaela, 2002). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semua jenis campur kode berdasarkan Hoffman (1991, dikutip Mangendre &amp; Nurlaela, 2002) ditemukan dalam film dengan intra-kalimat sebagai yang paling banyak jenis campur kode yang umum digunakan (35 kejadian). Kemudian dilanjutkan dengan campur kode intra-leksikal (4 kemunculan), dan melibatkan perubahan pengucapan (2 kemunculan) sebagai yang paling sedikit digunakan. campur kode. Selain itu, alasan yang paling banyak ditemukan dari penggunaan campur kode dalam film adalah niat memperjelas tuturan kepada lawan bicara (22 kemunculan), selanjutnya membicarakan topik tertentu (10 kejadian), kata seru (5 kejadian), bersikap tegas terhadap sesuatu (3 kejadian), dan yang paling sedikit ditemukan adalah pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi (1 kejadian). Akhirnya, hasil ini Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mata kuliah Sosiolinguistik dan peneliti selanjutnya&#13;
tertarik menganalisis campur kode.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121544</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 16:31:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-25 09:09:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>