<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121543">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KOMUNIKASI KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN (KIP) KOTA BANDA ACEH DALAM MENGEDUKASI PEMILIH PEMULA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Hasan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemilih pemula sering kali masih asing dengan kegiatan pemilu yang diadakan setiap lima tahun sekali sehingga dibutuhkan strategi yang efektif untuk memberikan edukasi sehingga pemilih pemula memiliki pemahaman yang baik terkait pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi yang akan dilakukan oleh KIP Kota Banda Aceh dalam mengedukasi pemilih pemula. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Informasi Organisasi oleh Karl Weick.  Penelitian  ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan  metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data melalui wawancara terarah dengan 2 orang informan yang bekerja di KIP Kota Banda Aceh. Peneliti juga melakukan wawancara dengan 4 orang informan pendukung yang 1 diantaranya adalah akademisi politik dan 3 orang pemilih pemula. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerimaan informasi dengan cara mencari informasi seputar pemilih pemula dan memetakan jumlah pemilih pemula, proses seleksi dengan cara menyeleksi informasi yang dapat digunakan dan mejadi pemiu 2019 sebagai acuan, serta  proses  retensi dengan  cara  merumuskan  strategi dan  menentukan  teknis pelaksaan program menjadi dasar dalam membuat strategi. Berdasarkan proses tersebut di dapat 2 strategi yaitu edukasi secara offline dan online yang di implementasikan kedalam beberapa program seperti saweu sikula yaitu edukasi dengan  mengunjungi sekolah,  Rumah Pintar  Pemilu  (RPP) yaitu  mengundang siswa/I untuk berkunjung ke KIP, bekerja sama dengan LSM, polisi, pemerintah yaitu dengan membuat berbagai kegiatan untuk mengedukasi, nonton bareng film “Kejarlah Janji” yaitu kegiatan nonton bareng film bersama pemilih pemula, dan melalui media sosial (ig, fb, twitter, dan website) dengan cara membuat konten seputar informasi pemilu. Pemilih pemula mengakui dampak baik dari strategi ini dan pemilih pemula berpendapat strategi tersebut untuk terus ditingkatkan. Akademisi politik berpendapat bahwa strategi tersebut sudah baik dan harus berfokus pada kefektifitas.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pemilih Pemula, Komisi Independen&#13;
Pemilihan (KIP) &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121543</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 16:29:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-25 09:08:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>