<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121524">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PORNOGRAFI BALAS DENDAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sentia Ulan Dari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan Pasal 45B UU ITE telah mengatur sanksi bagi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi yaitu pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000. Meskipun telah ada instrumen hukum yang mengatur, masih terdapat 2 (dua) kasus pornografi balas dendam diadili di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Tujuan Penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan perlindungan hukum terhadap perempuan sebagai korban tindak pidana pornografi balas dendam, untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana pornografi balas dendam terhadap perempuan, dan untuk menjelaskan penanggulangan kasus tindak pidana pornografi balas dendam oleh aparat Polisi di Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan analisis kualitatif. Disarankan kepada para perempuan untuk lebih berhati-hati dalam berhubungan dengan orang lain, kepada para penegak hukum untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan tugas dan kewenangan untuk mengoptimalkan perlindungan kepada masyarakat, serta kepada pemerintah untuk membuat regulasi hukum yang spesifik tentang kasus ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121524</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 14:32:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 15:01:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>