<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121516">
 <titleInfo>
  <title>SUATU TINJAUAN PERBANDINGAN TERHADAP EUTHANASIA MENURUT KETENTUAN KUHP DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUCI NAZILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tindakan Euthanasia diartikan sebagai mengakhiri hidup manusia secara tanpa sakit dengan tujuan menghentikan penderitaan fisik yang berat dan sebagai cara menangani korban-korban yang mengalami sakit yang tidak mungkin disembuhkan. KUHP (WvS) dan UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP menyatakan larangan tindakan Euthanasia dalam beberapa pasal didalam kedua UU tersebut. Namun pada kenyataannya tindakan Euthanasia saat ini menimbulkan perdebatan ditengah masyarakat terkait bagaimana legalitas penerapannya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai pengaturan Euthanasia dalam KUHP, untuk menjelaskan bagaimana pengaturan Euthanasia dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP, serta analisis perbandingan Euthanasia dalam KUHP dan UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. Penelitian skripsi ini menggunakan penelitian yuridis normatif dengan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian didapatkan pengaturan Euthanasia Aktif pasif dalam KUHP dan UU 1/2023 melarang keras adanya tindakan Euthanasia dan dikategorikan sebagai suatu tindak pidana. KUHP peninggalan Belanda merumuskan Pasal 304 (2 tahun 8 bulan penjara) dan Pasal 306 (9 tahun penjara) sebagai Euthanasia Pasif. Kemudian Euthanasia Aktif terdapat dalam Pasal 338 (15 tahun penjara), Pasal 340 (penjara mati/penjara seumur hidup/selama-lamanya 20 tahun) dan Pasal 344 (12 tahun penjara). UU 1/ 2023 kembali merumuskan Euthanasia melalui Pasal 428 ayat (1) dengan ancaman pidana (2 tahun 6 bulan penjara) dan Pasal 428 ayat (3) huruf b (7 tahun penjara) Pasal 458 ayat (1) (15 tahun penjara), Pasal 459 (pidana mati/penjara seumur hidup/pidana 20 tahun) dan Pasal 461 (9 tahun penjara). Pengaturan Euthanasia baik yang terdapat dalam KUHP dan setelah adanya UU 1/2023 mengalami perubahan dari segi sanksi, unsur pasal dan juga kategorinya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EUTHANASIA - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>344.041 97</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121516</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 13:56:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 14:55:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>