ANALISIS SISTEM DRAINASE PERKOTAAN DI KOTA LANGSA DAN PENGENDALIAN BANJIR PADA BLOK DRAINASE PAUH PUSAKA KOTA LANGSA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS SISTEM DRAINASE PERKOTAAN DI KOTA LANGSA DAN PENGENDALIAN BANJIR PADA BLOK DRAINASE PAUH PUSAKA KOTA LANGSA


Pengarang

ELVANY WITRIA AGUSTIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Azmeri - 197308201998032001 - Dosen Pembimbing I
Ziana - 197503182000122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904101010135

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.54

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banjir menjadi salah satu permasalahan utama yang sering melanda Provinsi Aceh. Salah satunya Kota Langsa yang sering mengalami banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, sehingga sistem saluran drainase yang ada tidak mampu menampung dan mengalirkan debit air hujan ke sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas drainase dan memberikan saran penanggulangan banjir genangan di wilayah yang terdampak banjir pada Blok drainase Pauh Pusaka. Saluran yang ditinjau merupakan saluran sekunder dan tersier pada blok drainase Pauh Pusaka. Adapun data sekunder adalah data hujan yang berasal dari stasiun ARR Langsa selama 13 tahun (2009-2021). Penelitian ini menggunakan metodologi survei lapangan dan analisis data. Debit banjir dihitung dengan menggunakan metode Rasional Modifikasi. Data debit banjir ini kemudian di-input ke dalam HEC-RAS dan disandingkan dengan data eksisting saluran untuk di-running. Hasil running pada saluran eksisting dengan input debit tersebut menunjukkan beberapa cross section saluran sekunder (Is04, Is05, Is06, Is07, Is08, Is09, Is10, Is11, Mi08, Mi09) dan saluran tersier (Pk01, Pk02) mengalami overtopping. Pada saluran sekunder Jl. Iskandar Sani terjadi overtopping yang disebabkan oleh kemiringan saluran yang relatif datar. Dan pada saluran sekunder Jl. Majid Ibrahim, overtopping terjadi pada bagian hilir yang disebabkan adanya perbedaan dimensi antara bagian hulu (B = 1.34 m, b = 1 m, H = 0.81 m) dan bagian hilir (B = 0.52 m, b = 0.30 m, H = 0.45 m). Sedangkan saluran tersier Jl. Pusaka mengalami overtopping pada bagian hulu yang disebabkan adanya penerusan aliran dari saluran sekunder Jl. Sungai Pauh Pusaka ke hulu saluran Jl. Pusaka. Metode penanggulangan banjir yang digunakan dalam penelitian ini hanya struktural, yaitu normalisasi saluran berupa perbaikan kemiringan saluran dengan tindakan galian pada saluran sekunder Jl. Iskandar Sani, normalisasi saluran dilakukan dengan menyamakan dimensi bagian hilir dengan dimensi bagian hulu saluran eksisting, yaitu B = 1,34 m, b = 1 m, dan H = 0,81 m pada saluran sekunder Jl. Majid Ibrahim, serta pemisahan aliran air sekunder Jl. Sungai Pauh menuju saluran tersier Jl. Pusaka. Hasil running setelah dilakukan normalisasi saluran, terlihat tidak adanya overtopping di seluruh penampang saluran yang terdampak banjir, sehingga saluran Blok drainase Pauh Pusaka aman dari limpasan banjir periode ulang 5 tahun.

Flooding is one of the main problems that often hits Aceh Province. One of them is Langsa City which often experiences flooding due to high intensity rainfall, so that the existing drainage system is unable to accommodate and channel rainwater discharge into the river. Therefore, this research aims to evaluate drainage capacity and provide suggestions for mitigating flood inundation in areas affected by flooding in the Pauh Pusaka drainage block. The channels reviewed are secondary and tertiary channels in the Pauh Pusaka drainage block. The secondary data is rain data originating from the Langsa ARR station for 13 years (2009-2021). This research uses field survey methodology and data analysis. Flood discharge is calculated using the Modified Rational method. This flood discharge data is then input into HEC-RAS and compared with existing channel data for running. The results of running on the existing channel with discharge input show that several cross sections of secondary channels (Is04, Is05, Is06, Is07, Is08, Is09, Is10, Is11, Mi08, Mi09) and tertiary channels (Pk01, Pk02) are experiencing overtopping. On the secondary channel Jl. Iskandar Sani overtopping occurs due to the relatively flat slope of the channel. And on the secondary channel Jl. Majid Ibrahim, overtopping occurs in the downstream section due to the difference in dimensions between the upstream section (B = 1.34 m, b = 1 m, H = 0.81 m) and the downstream section (B = 0.52 m, b = 0.30 m, H = 0.45 m). Meanwhile, the tertiary channel Jl. Pusaka experienced overtopping in the upstream section due to continued flow from the secondary channel Jl. Pauh Pusaka River to the upstream channel of Jl. Heirloom. The flood mitigation method used in this research is only structural, namely channel normalization in the form of improving the slope of the channel by digging the secondary channel Jl. Iskandar Sani, channel normalization is carried out by equating the downstream dimensions with the upstream dimensions of the existing channel, namely B = 1.34 m, b = 1 m, and H = 0.81 m in the secondary channel Jl. Majid Ibrahim, as well as the separation of secondary water flow Jl. Pauh River to the tertiary channel Jl. Heirloom. The running results after channel normalization showed that there was no overtopping in the entire cross section of the channel affected by flooding, so that the Pauh Pusaka drainage block channel was safe from flood runoff for a 5 year return period.

Citation



    SERVICES DESK