<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121445">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  SISTEM DRAINASE PERKOTAAN DI KOTA LANGSA DAN PENGENDALIAN BANJIR PADA  BLOK DRAINASE PAUH PUSAKA KOTA LANGSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELVANY WITRIA AGUSTIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir menjadi salah satu permasalahan utama yang sering melanda Provinsi Aceh.  Salah satunya Kota Langsa yang sering mengalami banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, sehingga sistem saluran drainase yang ada tidak mampu menampung dan mengalirkan debit air hujan ke sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas drainase dan memberikan saran penanggulangan banjir genangan di wilayah yang terdampak banjir pada Blok drainase Pauh Pusaka. Saluran yang ditinjau merupakan saluran sekunder dan tersier pada blok drainase Pauh Pusaka. Adapun data sekunder adalah data hujan yang berasal dari stasiun ARR Langsa selama 13 tahun (2009-2021). Penelitian ini menggunakan metodologi survei lapangan dan analisis data. Debit banjir dihitung dengan menggunakan metode Rasional Modifikasi. Data debit banjir ini kemudian di-input ke dalam HEC-RAS dan disandingkan dengan data eksisting saluran untuk di-running. Hasil running pada saluran eksisting dengan input debit tersebut menunjukkan beberapa cross section saluran sekunder (Is04, Is05, Is06, Is07, Is08, Is09, Is10, Is11, Mi08, Mi09) dan saluran tersier (Pk01, Pk02) mengalami overtopping. Pada saluran sekunder Jl. Iskandar Sani terjadi overtopping yang disebabkan oleh kemiringan saluran yang relatif datar. Dan pada saluran sekunder Jl. Majid Ibrahim, overtopping terjadi pada bagian hilir yang disebabkan adanya perbedaan dimensi antara bagian hulu (B = 1.34 m, b = 1 m, H = 0.81 m) dan bagian hilir (B = 0.52 m, b = 0.30 m, H = 0.45 m).  Sedangkan saluran tersier Jl. Pusaka mengalami overtopping pada bagian hulu yang disebabkan adanya penerusan aliran dari saluran sekunder Jl. Sungai Pauh Pusaka ke hulu saluran Jl. Pusaka. Metode penanggulangan banjir yang digunakan dalam penelitian ini hanya struktural, yaitu normalisasi saluran berupa perbaikan kemiringan saluran dengan tindakan galian pada saluran sekunder Jl. Iskandar Sani, normalisasi saluran dilakukan dengan menyamakan dimensi bagian hilir dengan dimensi bagian hulu saluran eksisting, yaitu B = 1,34 m, b = 1 m, dan H = 0,81 m pada saluran sekunder Jl. Majid Ibrahim, serta pemisahan aliran air sekunder Jl. Sungai Pauh menuju saluran tersier Jl. Pusaka. Hasil running setelah dilakukan normalisasi saluran, terlihat tidak adanya overtopping di seluruh penampang saluran yang terdampak banjir, sehingga saluran Blok drainase Pauh Pusaka aman dari limpasan banjir periode ulang 5 tahun.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRAINAGE - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.54</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121445</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-21 14:47:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-25 12:10:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>