PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG PERKANTORAN BERTINGKAT SEPULUH DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SAP 2000 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG PERKANTORAN BERTINGKAT SEPULUH DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SAP 2000


Pengarang

Surya Darma - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9904101022595

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tugas akhir ini merupakan suatu perencanaan struktur gedung berlantai sepuluh. Tujuan perencanaan ini adalah untuk merencanakan ukuran struktur gedung yang proposional, ekonomis dan mampu menahan beban tetap maupun beban tidak tetap. Tinggi kolom yaitu 4 meter dengan penampang berbentuk persegi. Ukuran bentang balok terpanjang 8 meter dan yang terpendek 1 meter dengan penampang berbentuk persegi panjang. Perhitungan struktur diawali dengan perhitungan pembebanan yang meliputi beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban gempa. Beban mati, beban hidup, beban angin berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia 1987. Beban gempa dihitung berdasarkan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. Analisa struktur dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga dalam program SAP 2000 Non Linier untuk mendapatkan gaya-gaya dalam yang berupa momen, gaya normal dan gaya lintang. Hasil Analisis struktur digunakan untuk mendimensi struktur gedung balok dan kolom beton bertulang serta pendimensian pelat lantai dan atap menggunakan peraturan beton bertulang SNI 032847-2002. Beban yang paling berpengaruh ialah beban mati dan beban gempa hal ini
disebabkan karena beban mati dan beban gempa sangat berpengaruh oleh massa bangunan. Variasi kolom yang digunakan adalah kolom lantai 1, 2, dan 3 dimensi 85 cm x 85 cm dengan rasio tulangan 0,0 1 052; kolom lantai 4, 5, dan 6 dimensi 75 cm x 75 cm dengan rasio tu Langan 0,0 l 081; kolom lantai 7, 8, dan 9 dimensi 65 cm x 65 cm dengan rasio tulangan 0,01079; dan ring balok dimensi 50 cm x 50 cm dengan rasio tulangan 0,01005. Variasi balok yang digunakan adalah balok sloof dimensi 30 cm x 60 cm dengan rasio tulangan 0,01221; balok lantai 1, 2, 3, 4, 5, clan 6 dimensi 40 cm x
80 cm dengan rasio tulangan 0,00883; balok lantai 7, 8, dan 9 dimensi 30 cm x 60 cm dengan rasio tulangan 0,01396; dan ring balok dimensi 30 cm x 50 cm dengan rasio tulangan 0,00938. Dari hasil perhitungan diperoleh tebal plat lantai dan atap dengan ukuran plat 400 cm x 400 cm yang digunakan adalah 12 cm dengan penulangan system dua arah dan satu arah yaitu 0 10- 100.
Kata Kunci : Struktur Atas, Gedung Bertingkat.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK