<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121413">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS GESER KOLOM BETON BERTULANG DENGAN TULANGAN SENGKANG EKSTRA DIAMOND YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmat Aufar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa   mengakibatkan   bangunan   mengalami    deformasi    dalarn   arah horizontal sehingga sangat berpengaruh terhadap kegagalan elemen konstruksi, dan keruntuhan kolom. Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji  perilaku  kolom akibat adanya beban kombinasi aksial dan lateral statik dengan penambahan tulangan sengkang  ekstra  diamond,  yang  diharapkan  dapat  meningkatkan efek  kekangan terhadap beton inti  kolom.  Benda uji  kolom beton bertulang  berpenampang persegi ukuran  20  x  20  cm  tinggi  58  cm.Benda  uji   tersebut  menggunakan tulangan longitudinal   12011,6 dengan fy = 356,5 MPa dan tulangan sengkang 05,4 dengan /y =611,3  MPa serta mutu beton fc = 24 MPa. Kolom  ditumpu secara jepit pada balok beton bertulang berukuran 30 x 30 sepanjang 60 cm.  Benda uji kolom dibedak.an kedalam  3 kelompok berdasarkan beban aksial  yang diberikan yaitu kolom  SP, (0,2P%),  kolom  SP  (0,3Pa)  dan kolom  SP,  (0,4Pa).   Penelitian  ini  juga  untuk mengetahui   kapasitas geser,  pola  retak  dan  besarnya defleksi  yang  terjadi   pada kolom.   Pada saat pengujian benda uji kolom diberikan beban dalam  2 arah yaitu aksial dan lateral.  beban aksial diberikan  konstan sebesar Pl  = 22,96 ton, P2 = 34,44 ton dan P3  = 45,92 ton, sedangkan beban lateral  sedikit  demi sedikit sampai   benda uji  mengalami kegagalan geser.  Hasil  dari penelitian  diperoleh gaya geser ultimit yang mampu ditahan adalah  sebesar 12.83  ton untuk benda uji SP, 15.68  ton untuk benda uji  SP  dan  14.51  ton untuk benda uji SP.  Kolom  yang  menerima beban aksial besar memiliki peningkatan kekuatan beton yang lebih besar daripada kolom yang menerima  beban aksial  yang lebih  kecil  yaitu untuk benda uji kolom SP; ratio peningkatannya darif'calf'c adalah sebesar 2,86, untuk  benda uji kolom SP rasio peningkatannya  sebesar 3,88 dan untuk benda uji kolom SP rasio peningkatannya sebesar 4, 11.   Besarnya beban aksial yang diterima oleh  kolom juga mempengaruhi kekakuan  kolom   tersebut  dan   akan   menurun   setelah   melewati   beban  geser maksimum.  &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121413</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-21 11:52:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-21 11:52:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>