Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 DENGAN ADITIF LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
Pengarang
Miftahur Rizaq - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0604101010011
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Suhu pemadatan campuran beraspal untuk: lapisan AC-WC menggunak an Retona Blend 55 adalah 150C. Dalam kenyataan di lapangan jarak antara AMP (Asphalt Mixing Plant) dengan lokasi penghamparan campuran aspal cukup jauh, sehingga dapat menyebabkan penurunan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui apak:ah campuran aspal yang telah mengalami penurunan suhu dapat dipanaskan ulang dengan dan tanpa penggunaan aditif. Penggunaan aditif diharapkan dapat mempe:rtahankan mutu campuran aspal. Aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Retona Blend 55 dan aditif yang digunak:an adalah Lateks. Prosedur pengujian dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis material dan aspal, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan campuran benda uji. Pembuatan benda uji dengan variasi kadar aspal 5,0%; 5,5%; 6,0%; 6,5% dan 7,0% untuk: menentukan KAO. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan parameter Marshall, evaluasi parameter Marshall sehingga didapat KAO 6,3%. Kemudian direncanakan benda uji berdasarkan KAO. Benda uji dibuat menjadi dua jenis, yaitu benda uji dengan dan tanpa penambahan aditif lateks. Lateks ditambahkan ke dalam aspal sebanyak: 3% dari KAO. Campuran dipanaskan berulang sebanyak
0, 1, 2, dan 3 kali pada suhu pencampuran (160°C). Hasil penelitian menunjukkan untuk benda uji tanpa aditif lateks parameter Marshall memenuhi syarat pada 0 kali dan 1 kali pemanasan berulang, sedangkan untuk: benda uji dengan aditif lateks parameter Marshall memenuhi syarat pada 0 kali pemanasan berulang. Nilai durabilitas untuk: benda uji tanpa aditif lateks memenuhi syarat pada 0 dan 1 kali pemanasan berulang, sedangkan untuk benda uji dengan aditif lateks nilai durabilitas memenuhi syarat pada semua pemanasan berulang.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 DENGAN ADITIF LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL (Miftahur Rizaq, 2024)
PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 DENGAN ADITIF PARUTAN BAN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL (Yusri Zikigusfijar, 2024)
PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN TAMBAH LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL (T. Reza Furqan, 2024)
PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 DAN ASPAL PEN 60/70 DENGAN TAMBAHAN LATEKS (Fauzi, 2025)
TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL BERDASARKAN HASIL KAO MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (Muhammad Fadhil, 2014)