PREDIKSI RETAK PADA BALOK BETON PRATEGANG SEBAGIAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM RESPONSE-2000 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREDIKSI RETAK PADA BALOK BETON PRATEGANG SEBAGIAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM RESPONSE-2000


Pengarang

Raiyyan Rahmi Isda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang dari zaman ke zaman, maka dalam suatu konstruksi bangunan selain beton bertulang (Reinforced Concrete) yang dapat dipakai, beton bertulang yang ditambahkan baja prategang di dalamnya juga dapat menjadi altematif bahan konstruksi Dalam pengaplikasian, tidak hanya beton prategang penuh saja yang dapat digunakan, tetapi beton prategang sebagian memberikan keuntungan yang lebih besar sehingga banyak digunakan, umumnya pada konstruksi jembatan dan gedung-gedung tinggi Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi retak dan melihat perilaku balok beton prategang sebagian atau Partially Prestressed Concrete (PPC) yang dibebani secara terpusat. Untuk menghemat biaya dalam penelitian di laboratorium, penggunaan software komputer dapat menjadi alternatif Software yang digunakan dalam penelitian ini adalah Response-2000 yang merupakan software open source, dapat di-download dari internet Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di laboratorium di Universitas Saitama, Jepang, oleh Silva Dari 8 macam benda uji yang digunakan Silva, hanya diambil 2 macam saja benda uji sebagai perwakilan dari benda uji lainnya. Tipe RC- I dipilih untuk mewakili tipe beton bertulang dan tipe PPC-4 dipilih untuk mewakili tipe beton prategang sebagian Data benda uji tersebut dimasukkan ke Program Response-2000, hasil yang diperoleh di antaranya berupa grafik regangan memanjang dan melintang, regangan tarik utama, lebar retak, dan diagram retak yang kemudian dibandingkan dengan grafik hasil penelitian Silva. Perhitungan-perhitungan yang ada mengacu kepada peraturan Japan Society of Civil Engineers (JSCE). Hasil yang diperoleh dari Program Response-2000 lebar retak maksimum untuk balok RC-1 adalah 0,455 mm serupa dengan grafik hasil penelitian Silva yang mempunyai nilai maksimum 0,45 mm. Untuk balok PPC-4, lebar retak maksimumnya 0,364 mm, sedangkan hasil penelitian Silva mempunyai lebar retak
0,31 mm Beban maksimum untuk balok RC- I dari hasil Program Response-2000
diperoleh 447,390 kN, sedangkan hasil penelitian Silva 383,200 kN Untuk balok
PPC-4, beban maksimum dari hasil Program Response-2000 diperoleh 341,859 kN, sedangkan hasil penelitian Silva 350,000 kN Perbedaan hasil yang terjadi ini dikarenakan adanya data yang tidak sama persis sebagaimana data yang digunakan Silva.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK