PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG MONTASIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG MONTASIK


Pengarang

Muhammad Arief Pribadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101020058

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.151

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah berfungsi sebagai bahan koustruksi maupun sebagai pondasi pendukung suatu bangunan. Kemampuan tanah dalam menerima beban sangat tergantung dari kepadatannya, dan kepadatan tanah itu sendiri tergantung pada gradasi dan perilaku tanin terhadap perubahan kadar air. Salah satu usaha untuk meningkatkan kekuatan tanah dapat dilakukan dengan meustabilisasi tanah dengan campuran limbch karbit. Limbah karbit adalah pembuangan sisa-sisa dari proses penyanbungan logam dengan logam pengelasan yang menggunakan gas karbit ( gas aseteline = C2H2) sebagai bahan bakar dan banyak mengandung unsur kalsium sekitar 34%. Limbah karbit ini berasal dari bengkel las Nikmat di Peunayong Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karbit yang digunakan sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai CBR tanah lempung. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Desa Cot Seunong Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Tanah tersebut menurut klasiffikasi AASHTO tergolong jenis tanah berlempung dengan simbol kelompok A-7-6 (56). Menurut USCS termasuk golongan tanah berlempung dengan simbol CH (Clay High) dengan indeks plastisnya adalab 48,17%. Penambahan limbah karbit dilakukan dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dari berat kering tanah. Pengujian CBR dilakukan dengan menggunakan alat uji CBR (California Bearing Ratio) test. Benda uji dibuat sebanyak 24 sampel, yaitu 12 sampel pada kondisi tidak terendam dan 12 sampel pada kondisi terendam selama 4 hari dengan mengukur nilai pengembangannya. Benda uji tersebut dibunt pada kondisi kadar air optimum (OMC) dari pengujian pemadatan. Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa puncak kenaikan nilal CBR kondisi tidak terendam terjadi pada penambahan 12% yaitu 18,69% dan penambalian 15% nilai CBR tunm menjadi 18,67%. Sedangkan nilai CBR kondisi terendam puncak kenaikan juga terjadi pada penambahan 12% yaitu 11,81% dan penambahan 15% nilai CBR turun menjadi 11,78%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah karbit secara umum berpengaruh terhadap nilai CBR. Hal ini teriadi karena reaksi dari unsur kalsium (Cao) di dalam limbali karbit yang memberi pengaruh terhadap struktur butiran dari tanah lempung.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK