PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG MONTASIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT DIRECT SHEAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG MONTASIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT DIRECT SHEAR


Pengarang

Muhammad Sofiadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404101020080

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.151

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kekuatan geser tanah merupakan salah satu sifat mekanis tanah yang erat hubungannya dengan kestabilan dan kemampuan geser tanah dalam mempertahankan struktur butirnya dari keruntuhan yang diakibatkan oleh gaya luar. Kuat geser tanah terdiri dari nilai sudut geser (¢ ) dan nilai kohesi (c). Di lapangan, kuat geser tanah sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh percampuran abu tempurung kelapa terhadap parameter alat geser tanah lempung Desa Cot Seunong Montasik. Tanah tersebut menurut Klassifikasi AASHTO tergolong A-7-6 (47) dan menurut USCS termasuk golongan CH , dimana Indeks Plastisnya adalah 49,884%. Penelitian ini menggunakan alat uji Direct Shear. Tegangan normal yang diberikan adalah : 0,30 kg/cm2, 0,63 kg/cm2 dan 1,28 kg/cm2. Benda uji di buat sebanyak 39 yang terdiri dari 117 sub sampel. Percampuran abu tempurung kelapa dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9% dan 12% dengan masa tunggu 0, 3 dan 7 hari. Pemadatan dilakukan berdasarkan pengujian standar proctor untuk mendapatkan OMC (Optimum Moisture Content) dan Berat volume kering maksimum (yd maks). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai sudut geser ¢ tertinggi pada tanah dengan campuran 12% masa tunggu 7 hari sebesar 50,50 dan nilai sudut geser¢ terendeh pada tanah tanpa campuran 0% abu tempurung kelapa sebesar 29,9°. Nilai kohesi (c) tertingi dicapai pada tanah dengan campuran abu tempurung kelapa 3% dengan waktu tunggu 0 hari yaitu sebesar 1,31 kg/cm2 dan nilai kohesi (c) terendah terjadi pada tanah campuran 12% abu tempurung kelapa yaitu sebesar 0,23 kg/cm2 waktu tunggu 7 hari. Dengan demikian hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan abu tempurung kelapa Desa Cot Seunong Montasik dapat meningkatkan daya dukung tanah dan berpengaruh pada nilai sudut geser ( ¢) dan nilai kohesi (c), sehingga apabila diaplikasikan di lapangan dapat meningkatkan daya dukung tanah menjadi lebih baik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK