PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG


Pengarang

Deri Rinaldy - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010088

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah memiliki peranan penting, selain sebagai tempat berdirinya suatu kontruksi, tanah juga berfungsi sebagai bahan konstruksi, tanah yang tersedia di alam sering tidak dapat langsung digunakan karena secara alaniah tanah memiliki
sifat-sifat fisis dan mekanis berbeda, sehingga penelitian tentang tanah dibutuhkan untuk menjamin stabilitas suatu konstruksi, salah satunya yaitu adanya pengaruh pemanasan. Pemanasan adalah proses penambahan temperatur sehingga tanah mengalami perubahan temperatur lebih dari temperatur awalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat - sifat fisis dan penganih temperatur terhadap nilai CBR pada tanah lempung. Pemanasan tanah ini dilakukan dengan media oven yang telah tersedia di laboratorium Teknik Sipil Universitas Syiali Kuala, tanah yang digunakan berasal dari Desa Cot Seunong Kecamatan Montasik dan Jl. Ruas Selinum - Jantho Kabupaten Aceh Besar, tanah tersebut menurut klasifikasi AASHTO tergolong jenis tanah berlempung dengan simbol kelompok A-7-6 (59) dan A-7- 6 (67). Menurut USCS termasuk golongan tanah berlempung dengan simbol CH (Cfo/ Hz.gfo). Penambahan temperatur dilakukan dengan variasi 50°C, dan 90°C masing - masing dengan waktu 15 menit. Pengujian CBR dilakukan dengan menggunakan alat uji CBR (California Bearing Ratio) test. Benda uji dibuat sebanyak 24 sampel, yaitu 12 sampel pada kondisi tidak terendam dan 12 sampel pada kondisi terendam selama 4 hari dengan mengukur nilai pengembangannya. Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa kenaikan nilai CBR kondisi tidak terendam pada tanah Jl. Ruas Selimum - Jantho terjadi pada temperatur 50°C dengan nilai CBR 13,33 % dan penurunan nilal CBR tejadi pada temperatur 90°C dengan nilai CBR 10,89, untuk nilai CBR kondjsi terendam kenaikan terjadi pada tanah Cot Seunong temperatur 50°C dengan nilai CBR 7,833 % dan penurunan nilai CBR teriadi pada tanah Jl. Ruas Selimum - Jantho temperatur 90°C dengan nilai CBR 5,76 °/o. Dengan demikian penambahan temperatur 50°C dalam penelitian ini memberikan pengaruh yang paling besar terhadap nilai CBR sebesar 2,62 % ( Cot Seunong ) dan 9,09 % ( Jl. Ruas Seulimun - Jantho ).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK