<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121344">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KECEMASAN DAN SELF-CARE AGENCY PADA LANSIA YANG KEHILANGAN PASANGAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sharu Wardiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehilangan pasangan  adalah salah satu pemicu gangguan psikososial dalam bentuk kesedihan yang berulang. Kehilangan pasangan pada lansia menyebabkan terjadinya kecemasan, gangguan mood, dan  kehilangan  nafsu  makan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran kecemasan pada lansia yang kehilangan pasangan. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah  penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh lansia di Kota Banda Aceh, jumlah sampel 278 dengan menggunakan rumus Cochran dan pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pada lansia yang kehilangan pasangan berada pada kategori kecemasan ringan yaitu sebesar 59,0%,tidak mengalami kecemasan 23 responden (8,3%), kecemasan sedang 54 responden (19,4%), dan kecemasan berat 37 responden (13,3%). Pendidikan juga memiliki pengaruh dengan kecemasan, dikarenakan semakin tinggi pendidikan akan semakin rendah tingkat kecemasan pada lansia. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat mengadakan atau mengikutsertakan lansia dalam berbagai aktivitas yang mampu diikuti oleh lansia. Diharapkan juga agar petugas kesehatan dapat memberikan edukasi kepada keluarga lansia agar selalu mendampingi lansia dan melakukan perawatan kesehatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GERIATRICS NURSING</topic>
 </subject>
 <classification>618.970 231</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121344</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-20 10:50:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-20 11:13:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>