<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121318">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GAYA DALAM ELEMEN STRUKTUR TERHADAP PERBEDAAN PENEMPATAN RUANG AULA PADA PERENCANAAN GEDUNG WALIKOTA BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahyul Haidar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada perencanaan  gedung bertingkat selain kekuatan struktur juga harus dipenuhi persyaratan-persyaratan arsitektural,     dimana     perencanaan      gedung     harus memperhatikan  persyaratan  kenyamanan  meliputi  kenyamanan  ruang  gerak  dan hubungan antar ruang. Kenyamanan tersebut diperoleh dari dimensi ruang dan tata letak ruang yang memberikan kenyamanan bergerak dalam ruang. Gedung eksisting direncanahan 20 meter terdiri dari basemen, lantai  1, 2,  3, dan 4.  Struktur gedung menunjukkan  adanya  perbedaan  fungsi  lantai  sehingga  muncul  perbedaan  beban hidup  lantai,  dimana beban  hidup  di  lantai  basemen  berbeda  dengan  lantai yang digunakan  untuk  aula  dan  perkantoran.   Analisis  dilakukan  terhadap  perbedaan penempatan ruang aula dan ruang perkantoran pada lantai 1  sampai dengan  lantai 4, dipilih 4 varian  struktur rangka permodelan  qpen Frame  dengan perbedaan letak lantai aula yaitu masing-masing Open Frame  I  (OF1) adalah struktur rangka sesuai dengan desain eksisting, ruang aula diletakkan pada lantal 4.   Sedangkan OF2, OF3 dan OF4 adalah varian letak ruang aula pada lantai 3, lantai 2, den lantai  1. Hasil analisis menunjukkan  bahwa struktur rangka eksisting tidak memenuhi persyaratan kekakuan  struktur.  Tinjauan  khusus  adalah balok  dengan   bentang  12  meter  yaitu balok 812 pada portal As-8. Analisis OFl sampai dengan OF4 dengan menggunakan mutu beton 45  Mpa dapat memperkecil balok utama 812.  Gaya dalam yang timbul pada balok utama 812 dari setiap varian sebesar 44,67  tm; 127,95 tin; 201,86 tm; dan 562,97  tm terjadi  kenaikan  186,8%;  351,8%;  dan  1.160,3% untuk OF2,  OF3,  dan OF4 dari OF1.   Untuk gaya geser yang timbul pada setiap varian sebesar  17,44 t;65,58  t;  88,82  t;  dan  175,65  .  teriadi  perubahan   sebesar  276,46°/a;  409,87%;  dan 908,26% pada OF2, OF3, dan OF4. Perbedaan penempatan ruang aula berpengaruh besar terhadap berat konstruksi bangunan yang terjadi dan Stabilitas struktur yang diperoleh pada struktur eksisting, OF1,  OF2, OF3, dan OF4 memenuhi perayaratan (aman) yaitu tidak kecil dari  1,5. Keamanan struktur pondasi eksisting, OFl, OF2, OF3, dan OF4 tidak memenuhi persyaratan daya dukung.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121318</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-19 13:30:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-19 13:30:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>