<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121297">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT RISIKO KONFLIK DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE) DI KAWASAN EKOSISTEM LEUSER KABUPATEN ACEH SELATAN.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Istafan Najmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Deforestasi dengan skala besar di Sumatera telah mengganggu populasi harimau sumatera. Keberadaan dan kondisi habitat harimau sumatera di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) belum diketahui secara terperinci. Kehadiran harimau sumatera sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem namun kini terjadi konflik yang merugikan banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan risiko konflik dengan kerapatan vegetasi (NDVI) serta tingkat partisipasi masyarakat di KEL Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan adalah Participatory rural appraisal (PRA) dengan kombinasi pengolahan citra satelit melalui analisis (NDVI). Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan data yang diperoleh dengan menggunakan tabel dan grafik serta data lapangan sebaran konflik dianalisis menggunakan perangkat lunak ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko konflik harimau sumatera terdiri dari risiko konflik tinggi di Kecamatan Trumon Tengah, Trumon Timur, Tapak Tuan, Kluet Tengah, serta Meukek dengan persentase sebesar 61.5%. Risiko konflik sedang di Kecamatan Bakongan Timur dan Trumon Tengah sebesar 23,1%. Risiko konflik rendah di Kecamatan Bakongan Timur sebesar 15.4%. Intensitas konflik tertinggi terdapat pada kelas kerapatan vegetasi rendah di Kecamatan Bakongan Timur 7 kasus konflik, dan Kecamatan Trumon Tengah 6 kasus konflik. Intensitas konflik terendah terdapat pada kerapatan vegetasi tinggi di Kecamatan Meukek, Tapaktuan, dan Kluet Tengah masing-masing hanya terdapat 1 kasus konflik. Tingkat partisipasi masyarakat tertinggi terdapat di Desa Koto Kecamatan Kluet Tengah sebesar 76.24%, terendah terdapat di Desa Jambo Dalem Kecamatan Trumon Timur dengan persentase sebesar 31,3%. &#13;
&#13;
Kata kunci: Leuser, harimau sumatra, tingkat resiko konflik, NDVI, partisipasi masyarakat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TIGER - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>639.979 756</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121297</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-19 10:40:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-19 11:19:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>