<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121293">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENGARUH KERAPATAN TANAMAN KAKU (RIGID VEGETETION) TERHADAP TAHANAN ALIRAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Desy Afrianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tahanan  aliran  dinyatakan  sehagai  koefisien  kekasaran  yang  berhubungan  dengan keceprtan  aliran  dan jari-jari  hidrolik.  Faktor  yaktg  mempengaruhi  harga  koefisien kekesaran  diantaranya kekasaran dasar dan dinding saluran.  Selain  itu,  keberadaan tanaman  pada saluran juga mempengaruhi  tahanan  aliran.  Keberadann  tananan di&#13;
dalam saluran akan  menghasilkan aliran turbulen yang dapat memperbesar tahanan aliran dan berakibat terhadap  perubahan debit aliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  besarya  pengaruh  karapatan  tanaman  kaku  terhadap   tahanan  aliran. Penelitian ini menggunakan sebuah flume (saluran) dengan panjang 15,5 meter, lebar 0,5 meter dan tinggi I,0 meter. Tanaman kaku yang digunakan yaitu rumput gqjah (pennisetum purpuren  shcumach)  dengan  diameter  I-2  cm   dan  memiliki  tinggi batang 52-54 cm. Tanaman ini tidak bergerak dan tidak berayun pada saat pengaliran.  Pengaliran dilakukan dengan debit sama pada setiap kerapatan dan  kerapatan diatur dengan lima variasi yaitu kerapatan 6 tanaman/m2, kerapatan 12 tanaman/m2, karapatan 18 tanaman/m2, kerapatan 30 tanaman/m2 dan kerapatan 42 tanaman/m2.   Parameter  yaitu  diukur  meliputi  kecepatan  aliran.  ketinggian  air  dan  kemiringan aliran. Data ini  digunakan untuk mendapatkan nilai tahanan aliran (n) dengan enam kondisi yang berbeda. kemudian membandingkan  nilai tahanan aliran tanpa tanaman dan njlai tahanan aliran pada kondisi bertanaman. Berdasarkan hasil analisa data dan &#13;
tahanan  aliran  sebesar  0,0587  sedangkan  untuk  saluran  tanpa  tanaman  memiliki koefisien  tahanan  aliran  yang   lebih  kecil  yaitu  0,038.  Dari  nilai  tersebut  terdapat peningkatan   nilai   tahanan   aliran   sebesar   0,0207.   Dari   hasil    penelitian   dapat disimpulkan  bahwa  kerapatan  tanaman  kaku  berpengaruh  terhadap  nilai  tahanan aliran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HYDRAULIC ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-19 10:07:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-19 10:23:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>